MEDIAAKTUAL.COM – GOWA :
Proyek pembangunan irigasi yang dikerjakan oleh Kelompok Tani Bunga Melati disorot publik.
Pasalnya, proyek dengan anggaran Rp100.000.000 itu hanya mengerjakan volume sepanjang 100 meter sehingga diduga terjadi mark up anggaran.
Kondisi tersebut, terpantau hasul investigasi di lapangan pada hari Jum’at 7 Agustus 2026, tepatnya di Dusun Barembeng Desa Kale Barembeng Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa
Jika dihitung kasar, 1 meter irigasi menghabiskan anggaran sekitar Rp1.000.000.
Angka tersebut, dinilai tidak wajar oleh warga dan pegiat anggaran.
“Dengan dana Rp100 juta, mestinya bisa lebih dari 100 meter. Ini baru 100 meter sudah habis. Kami menduga ada mark up di RAB dan pelaksanaan di lapangan,” sorot sumber yang layak dipercaya.
Ketua Kelompok Tani Bunga Melati, Daeng Muang saat dikonfirmasi mengatakan, proyek tersebut dikerjakan sesuai petunjuk teknis, itu tingginya 70 Cm dan bibirnya itu 50 Cm dan volume panjangnya 100 Meter dengan anggaran 100 juta, ujarnya
LSM PERAK yang ikut melakukan monitoring menilai proyek ini perlu diaudit.
“Anggaran Rp100 juta untuk 100 meter itu janggal. Kami mendesak Inspektorat, Dinas Pertanian dan APH untuk turun cek fisik dan cek RAB. Jangan sampai uang negara habis tapi hasilnya tidak maksimal,” ujar Rahman Samad Divisi investigasi LSM PERAK.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas terkait dan PPK belum berhasil dikonfirmasi.(Timred)
Langsung ke konten














