MEDIAAKTUAL.COM – TAKALAR :
Lagi dan lagi proyek revitalisasi sekolah di Kabupaten Takalar diduga bermasalah.
Kali ini, giliran proyek revitalisasi di SDN 95 Campagaya Desa Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar Sulsel yang menuai sorotan tajam.
Betapa tidak, berdasarkan hasil pantauan langsung media ini bersama Divisi Investigasi LSM PERAK di lapangan, ditemukan dugaan pengurangan mutu yang terlihat secara kasat mata.
“Jarak sengkang atau begel pada kolom ring bal lebih dari 30 cm. Ini sudah sangat jauh dari standar SNI dan RAB. Normalnya jarak begel itu 10-15 cm. Kalau 30 cm lebih, itu jelas tidak mengikat besi dengan kuat,” ungkap Rahman Samad, Sabtu (19/9/2026).
Yang menjadi pertanyaan besar di tengah masyarakat, apakah pihak pelaksana P2SP atau kepala sekolah yang mengurangi mutu?
Ataukah diduga ada kerja sama antara pihak P2SP dan kepala sekolah yang sengaja ‘bermain’ mengurangi mutu demi mencari keuntungan?
“Ini yang harus dijawab oleh Inspektorat dan Kejaksaan. Kalau begel jaraknya 30 cm lebih, itu otomatis hemat besi banyak. Hematnya itu lari kemana? Siapa yang nikmati? Ini bukan kelalaian, tapi patut diduga ada unsur kesengajaan untuk memperkaya diri,” tegas Aktivis LSM PERAK.
Mestinya, terang Rahman Samad, sesuai aturan teknis, begel berfungsi sebagai pengikat tulangan utama agar bangunan kokoh dan tahan gempa.
Dikatakan, jika jaraknya terlalu renggang, kekuatan kolom akan sangat lemah dan bangunan mudah retak bahkan roboh.
Temuan di SDN 95 Campagaya tersebut, menambah daftar panjang dugaan bobroknya pengawasan proyek revitalisasi di wilayah Kab.Takalar. Sebelumnya, kasus serupa juga ditemukan di SDN 120 Tamalate Galesong Utara.
“Kami mendesak Kadis Pendidikan Takalar jangan hanya duduk di kantor. Turun lihat anak buahnya di lapangan. Ini sudah ketiga kalinya kami temukan kasus yang sama. Polanya sama: sunat besi, begel renggang, Kepsek tidak ada di lokasi,” tegas Divisi Investigasi LSM PERAK.
Sementara itu, saat Kepala Sekolah maupun Ketua P2SP ingin dikonfirmasi di lokasi proyek, keduanya tidak menampakkan batang hidungnya alias tidak berada di tempat.
Separah itukah pengerjaan revitalisasi SDN 95 Campagaya, simak penelusuran investigasi berikutnya.(Timred)
Langsung ke konten














