MEDIAAKTUAL.COM – TAKALAR :
Dugaan praktik pungutan liar di proyek revitalisasi sekolah kembali menggemparkan Kabupaten Takalar.
Salah seorang Kepala Sekolah TK penerima proyek revitalisasi mengaku, telah menyetor fee 13 persen kepada oknum di lingkungan dinas terkait.
Pengakuan mengejutkan tersebut, disampaikan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis 11/9/2026.
Awalnya Kepsek tersebut enggan berbicara, namun akhirnya membenarkan adanya permintaan “uang tanda terima kasih” untuk melancarkan proyek.
“Iya, ada. Itu 13 persen sebagai tanda terima kasih. Saya sudah setor yang 13 persen,” ujarnya singkat.
Divisi Investigasi LSM PERAK menilai, pengakuan ini bukan kasus tunggal, melainkan bukti awal adanya dugaan korupsi di sektor Pendidikan Anak Usia Dini.
“Ini pengakuan langsung dari korban. Kami desak Kejaksaan Negeri Takalar dan Polres segera memanggil yang bersangkutan dan menelusuri aliran dana 13 persen itu. Jangan sampai ini sudah sistemik,” tegas Rahman Samad, Divisi Investigasi LSM PERAK.
Lebih lanjut, Rahman mendesak Inspektorat Kabupaten Takalar segera melakukan audit investigasi terhadap seluruh proyek revitalisasi TK/PAUD tahun 2026.
“Jangan biarkan uang negara ini menjadi ruang bagi oknum tertentu merampas hak-hak untuk sekolah. Ini dana untuk anak-anak kita,” pungkasnya.
Hingga berita ini tayang, pihak Dinas terkait belum dapat dimintai keterangan terkait dugaan tersebut.
Sementara, publik dan sejumlah lembaga kini menunggu langkah konkret dari Kejaksaan Negeri Takalar dan Polres Takalar untuk mengusut tuntas dugaan pungli ini.(Timred)
Langsung ke konten














