MEDIAAKTUAL.COM – MAKASSAR :
Buntut dari krisis BBM yang berujung antrean mengular di sejumlah SPBU di wilayah Sulsel, khususnya Kota Makassar, memicu gelombang aksi berbagai elemen, baik mahasiswa maupun masyarakat.
Titik lokasi demonstran menumpahkan aspirasinya yakni menggeruduk Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Jalan Garuda Makassar.
Salah satu aksi yang memantik atensi publik yakni Forum Mahasiswa Pinggiran yang mendoakan manajemen PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mendapat “rahasia ilahi” “Taccidi dalam kubur” – Jumat (11/9/2026).
Massa meluapkan kekecewaan atas krisis BBM dan kelangkaan LPG 3 kilogram yang dinilai telah menyulitkan masyarakat karena harus mengantre 3 hingga 5 jam, bahkan merondai sampai dini hari.
Para demonstran ini mendesak, manajemen Pertamina mememberi ultimatum agar kondisi kembali normal paling lambat Senin, 14 September 2026. Jika kelangkaan BBM dan LPG 3 kilogram masih berlanjut, massa mengancam akan menggelar aksi dengan jumlah peserta yang lebih besar.
DmSelang beberapa lama, aksi serupa muncul massa yang menamakan diri Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM).
Tuntutannya sama. Mereka menyoroti kelangkaan BBM dan Gas 3 Kg yang saat ini terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Sulsel.
Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Sulsel Krisis Energi, Semua Karena Bahlil”.
Para demonstran mulai tersulut emosi lantaran tak kunjung ditemui oleh pejabat atau perwakilan Pertamina Sulawesi.
Akibatnya, mahasiswa nekat memanjat pagar.
Elemen mahasiswa ini, dengan lantang menyebut pejabat Pertamina bersikap pengecut karena tidak ingin menemui massa.
Merasa dicuekin, para demonstran melompat memasuki halaman kantor dengan membawa toa alias pengeras suara ditangannya.
Mirisnya, begitu merangsek masuk dihalau bahkan leher demonstran sempat dicekik dan dipaksa keluar pintu oleh anggota security PT.Pertamina.(red)
JURNALIS : Andi Diffank – Agusmeks
EDITOR : Saiful Ngemba – Mustafa
Langsung ke konten














