MEDIAAKTUAL.COM – TAKALAR :
Titik nadir kesabaran warga Desa Tamalate Kecamatan Galesong Utara (Galut), habis. Pemicunya, kehadiran THM bernama Ratu Cafe & Family Karaoke, beroperasi di tengah pemukiman penduduk, hingga disebut warga sebagai sarang maksiat” yang menodai tanah bersejarah Galesong.
Berapa warga mengatakan, Ini bukan cafe keluarga.
Ini tempat hiburan malam berkedok cafe. Ada miras, ada wanita, ada musik sampai subuh.
“Kalau ini dibiarkan terus beroperasi, pastilah merusak generasi muda. Mau dibawa kemana anak-anak kita. Efeknya sangat besar, tidak mendidik dan mengotori kampung yang dihuni umat muslim,” sorot salah seorang pemuka agama setempat.
Yang membuat warga geram, dongkol bahkan murka adalah sikap pembiaran.
Pasalnya, cafe ini berada di lokasi strategis-di tengah keramaian aktivitas warga, kok Pemerintah Desa Tamalate enggan mewarning alias menindak tegas.
Mirisnya, oknum kades justeru berkelit terkesan “tuli dan cuci tangan” tidak tahu menahu keberadaan THM itu, gawat !!
“Pak Kades, anda dipilih dari masyarakat. Kok sekarang bungkam. Jangan-jangan sudah kecipratan ‘upeti’ secara rutin dari pemilik cafe,” duga warga.
Aparat Penegak Hukum juga tidak luput. “Polsek, Koramil, Satpol PP kemana?
“Kalau memang tidak sanggup menertibkan, mundur saja. Jangan biarkan ‘duit’ jadi penguasa di tanah bersejarah ini,” tegas warga lainnya.
Bisnis usaha Ratu Cafe yang serba vulgar dan meresahkan tersebut, membuat warga Tamalate menuntut tiga hal ke Bupati Takalar, Kapolres Takalar, Dandim 1426, Satpol PP dan pihak berkompeten lainnya.
Pertama, segel Ratu Cafe hari ini juga
Kedua, periksa dugaan pembiaran oknum desa/aparat
Ketiga, cabut izin usaha jika terbukti melanggar.
“Jangan tunggu ada korban tawuran, pemerkosaan, atau overdosis miras baru bergerak,” desak warga mengingatkan.
Ironisnya lagi, keberadaan THM di Desa Tamalate ini merupakan kampung halaman Wakil Bupati Takalar H.Hengky Yasin.
Kesan inilah yang menodai dan mencoreng nama baik Desa Tamalate, karena memberi ruang sang pengusaha dunia malam tanpa memikirkan dampak buruknya bagi generasi muda.
Hingga berita ini tayang, pemilik Ratu Cafe bungkam. Konfirmasi ke lokasi nihil.
Hal serupa, Kepala Desa Tamalate juga belum memberikan klarifikasi.(Timred)
Langsung ke konten














