banner 970x250
banner 970x250
PERISTIWA

Revitalisasi SDN 170 Je’nemaeja Takalar Diakal-Akali ?

0

LSM Perak Desak APH Usut Tuntas !

MEDIAAKTUAL.COM – TAKALAR : 

Di tengah upaya pemerintah memperketat penggunaan APBN sesuai peruntukan dan tepat sasaran, khususnya pembangunan sapras pendidikan, justeru terkuak sebuah proyek revitalisasi amburadul dimana hasil pengerjaannya terkesan dikerja asal-asalan.

banner 468x60

Proyek tersebut yakni program Revitalisasi Satuan Pendidikan Dirjen PAUD Dasmen Kementerian Dikdasmen 2026.

Tahun ini, SDN 170 Je’nemaeja Desa Barugaya, keciprat bantuan pemerintah dengan anggaran Rp.1 Miliar lebih.

Lokasinya, berada di wilayah Kecamatan Polongbangkeng Timut (Poltim) Kabupaten Takalar

Adanya ketidak-beresan proyek tersebut, menuai sorotan keras LSM PERAK, terutama pemasangan begel pembesian yang diduga tidak sesuai RAB.

Masalah itu, sudah diberitakan MEDIA AKTUAL (Cetak & Online) beberapa hari lalu.

Belakangan, LSM PERAK kembali menemukan kejanggalan baru di lapangan.

Kali ini, temuan mengarah pada penggunaan besi begel ukuran 4 yang dinilai sangat rawan dan sangat membahayakan keselamatan ratusan siswa.

Hasil monitoring lanjutan tim Divisi Investigasi LSM PERAK menemukan,  hampir seluruh begel pada struktur kolom gantung menggunakan besi berdiameter kecil.

Padahal, secara teknis, bangunan sekolah wajib memenuhi standar keamanan.

“Ini bukan lagi kelalaian, tapi dugaan kesengajaan. Besi 4 untuk behel itu tidak akan mampu menahan beban gempa. Kalau roboh siapa yang akan branggung jawab. Ini sangat rawan, peserta didulik  kita akan jadi korban,” tegas Rahman Samad, Divisi Investigasi LSM PERAK.

Disoroti, Proyek Revitalisasi yang bersumber dari APBN Tahun 2026 dengan nilai kontrak Rp 1.013.994.732 sangat menyayangkan jika ada pembiaran yang tidak sesuai RAB, membuat kualitas pekerjaan buruk bahkan BLUNDER !

“Kalau begini caranya, lebih baik uang negara dikembalikan saja. Jangan bangun kalau mau asal-asalan. Kami mendesak Inspektorat, Dinas Pendidikan, PPK, Konsultan Pengawas, dan APH untuk segera turun, bongkar dan audit fisiknya,” desak Rahman.

Hingga berita ini tayang, pihak P2SP pelaksana proyek dan konsultan pengawas belum memberikan klarifikasi.

Begitupun, Kepala Sekolah SDN 170 Je’nemaeja saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp enggan merespon.

Sementara itu, warga dan orang tua siswa mengaku khawatir.

“Kami titip anak di sini tiap hari. Kalau bangunannya tidak kuat bagaimana? Tolong segera diperiksa sebelum terlambat,” ujar salah satu warga yang identitasnya dirahasiakan

LSM PERAK juga meminta Kejaksaan dan Polres untuk tidak menunggu adanya korban baru melakukan tindakan.

“Jangan sampai setelah ada korban baru sibuk. Audit sekarang, sebelum gedung itu difungsikan. Sejatinya, harus segera diusut tuntas ,” tegas Rahman Samad.(Timred)

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250