banner 970x250
banner 970x250
PERISTIWA

SDN 95 Campagaya ‘Recoki’ Proyek Revit, Pasang Kanal C Banci

0

Pintu Masuk Polisi dan Jaksa Untuk Memeriksa

MEDIAAKTUAL.COM – TAKALAR :

Bukti bobroknya proyek revitalisasi sekolah di Kabupaten Takalar Sulsel, akhirnya terkuak dan terekam jelas lewat video.

banner 468x60

Pekerjaan revitalisasi yang sarat kongkalikong itu, terjadi di SDN 95 Campagaya Desa Tamasaju Kecamatan Galesong Utara.

Pasalnya, melihat kualitas materialnya diduga kuat menggunakan Kanal C  banci di bawah standar SNI.

Dalam video berdurasi 13 detik tersebut, terlihat tumpukan puluhan batang kanal C yang akan dijadikan rangka kuda-kuda atap sekolah.

Fakta mengejutkan, terlihat saat seorang warga menekan ujung kanal C tersebut menggunakan hanya satu jari jempol.

Kanal C tersebut, langsung penyok, lentur, dan ringsek ke dalam seperti kaleng kerupuk.

Padahal, sesuai spesifikasi teknis, Kanal C SNI 0,75 mm tidak mungkin bisa ditekuk hanya dengan kekuatan satu jari.

“Ini bukti paling telanjang. Lihat saja videonya, canal C ditekan pakai jempol langsung penyok. Ini bukan baja SNI, ini kaleng. Ini sangat berbahaya untuk dijadikan kuda-kuda penahan beban atap sekolah,” sorot Rahman Samad, Divisi Investigasi LSM PERAK Indonesia setelah melihat video tersebut.

Ditegaskan, jika kanal C se-tipis itu dipaksakan menjadi kuda-kuda maka risiko ambruk sangat besar.

Apalagi, wilayah pesisir Takalar sangat rentan dan rawan dengan hembusan anginnya yang kencang.

“Ini yang kami bilang ajang bisnis. Selisih harga kanal C banci dan kanal C SNI itu Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu per batang. Kalau butuh 200 batang, sudah berapa puluh juta yang diduga dikantongi. Sementara, implikasinya sangat berisiko bagi keselamatan nyawa oeserta maupun guru itu sendiri. Kasihan kalau kondisi seperti mau dipertaruhkan demi meraup untung pat-gulipat,” tukas Rahman mengingatkan.

Atas bukti video tersebut, LSM PERAK mendesak Kejati Sulsel dan Polda Sulsel untuk segera memeriksa dan memanggil Kepala SDN 95 Campagaya dan Ketua P2SP.

“Barang bukti awal sudah ada. Jangan tunggu atap ambruk menimpa siswa baru bertindak. Videonya sudah jelas, materialnya banci. Periksa RAB-nya, periksa nota pembeliannya,” desak Rahman.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 95 Campagaya saat dikonfirmasi terkait temuan kanal C tersebut, dengan nada enteng mengatakan jika material itu sudah sesuai spesifikasi.

“Kalau kanal C ini sudah sesuai,” timpalnya singkat.

Yang disesalkan, jawaban Kepsek yang rada remeh itu justru berbanding terbalik dengan fakta di lapangan, di mana material mudah penyok hanya dengan tekanan satu jari.

Benarkah proyek revitalisasi SDN 95 Campagaya itu sudah sesuai spesifikasi atau justeru melenceng dari RAB..?

Jawabnya, kita tunggu ‘action’ dari pemeriksaan APH maupun pihak berkompeten di lapangan.(Timred)

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250