MEDIAAKTUAL.COM – TAKALAR :
Proyek revitalisasi SDN 187 Inpres Dengilau, Desa Sawakong Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar yang dibiayai APBN Tahun 2026 menuai sorotan.
Proyek yang seharusnya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi siswa, justru diduga dikerjakan asal jadi dan membahayakan nyawa.
Pantauan langsung tim Media Aktual.Com di lapangan, Selasa (22/09/2026), menemukan fakta mencengangkan.
Rangka kuda-kuda baja ringan yang sudah siap dipasang di atas tembok bangunan, bagian tengahnya sudah bengkok ke bawah sebelum dibebani genteng.
Padahal, kuda-kuda tersebut nantinya akan menjadi penumpu dan penyangga beban keseluruhan atap bangunan.
Jika dipaksakan dipasang, potensi ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung sangat besar.
“Ini sangat berbahaya. Kuda-kuda kok sudah bengkok sebelum dipasang? Itu tandanya kanal C yang dipakai di bawah standar, banci, dan tipis. Bagaimana mau menahan beban atap?
Yang dikhawatirkan jika terjadi reruntuhan saat anak-anak sedang belajar di dalam kelas, siapa yang bertanggung jawab?” ungkap sumber warga yang ada di lokasi.
Pemerintah pusat sendiri telah menggelontorkan anggaran besar melalui APBN untuk revitalisasi pendidikan mulai dari TK, SD, hingga SMP dengan tujuan untuk memberikan fasilitas yang aman dan layak. Dalam juknis, pelaksanaan proyek sepenuhnya diserahkan kepada Kepala Sekolah selaku penanggung jawab yang bekerja sama dengan Ketua P2SP.
Namun ironisnya, masih ada oknum kepala sekolah yang diduga berani mengirit biaya dengan membeli bahan bangunan di bawah standar. Saat tim media melakukan konfirmasi di lokasi, Ketua P2SP tidak hadir di tempat.
Sementara itu, Kepala SDN 187 Inpres Dengilau saat dikonfirmasi di area sekolah berdalih proyeknya sudah sesuai prosedur.
“Saya mengerjakan proyek revitalisasi ini Pak sesuai dengan petunjuk juknis. Lagi pula saya dalam pengawasan Aparat Penegak Hukum (APH) yakni pihak kepolisian dan Kejaksaan serta dari Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar,” kilahnya pada Selasa (22/09/2026).
Pernyataan tersebut justru menimbulkan tanda tanya besar. Jika dalam pengawasan APH, mengapa material diduga tidak sesuai RAB dan kuda-kuda sudah bengkok tetap diloloskan?
Oleh karena itu, masyarakat mendesak agar Kejari Takalar, Polres Takalar, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar segera turun ke lapangan melihat langsung kondisi tersebut untuk memastikan kebenaran dan keselamatan siswa.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar yang dihubungi melalui via telepon tidak terhubung, diduga karena faktor kesibukan.(red)
JURNALIS : Idris Tobo
Langsung ke konten














