banner 970x250
banner 970x250
SKANDAL

Tambang di Dusun Sela Bontonompo Diduga Ilegal

0

Pengelolanya Ancam Tikam Oknum Jurnalis di Lokasi

banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM – GOWA :

Lagi, aktivitas penambangan yang diduga kuat ilegal, menuai sorotan publik.

banner 468x60

Lokasinya, berada di Sela Lingkungan Kalaserena Kelurahan Kalaserena Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa Sulsel.

Sang pengelolanya yakni H.Junaedi Daeng Ngalle, yang cukup berpengaruh dan dikenal masyarakat apalagi berduit.

Sayang, kegiatan mengeruk ‘isi perut’ bumi (Galian C) tersebut, diduga tidak mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Kementerian ESDM melalui rekomendasi Dinas ESDM Provinsi Sulsel.

Saking hebatnya, meski tidak tidak memiliki izin namun aktivitasnya tetap berjalan tanpa ada tegurannL atau tindakan dari pemerintah stempat, Aparat Penegak Hukum (APH) maupun pihak berkompeten lainnya.

Hasil investigasi di lapangan, Redaktur MEDIA AKTUAL (Cetak & Online) bersama AK, wartawan media Jurnal Sepernas, menemukan dua unit kendaraan alat berat (Eskavator) sedang beroperasi di lokasi tambang, Jumat 3 Juli 2026.

Ironisnya, di tengah menjalan tugas Jurnalistik untuk mengambil foto dokumentasi, tiba-tiba muncul Haji Junaedi Daeng Ngalle.

Dengan geram dan nada kurang bersahabat, Daeng Ngalle bertolak pinggang sembari mengancam untuk menikam.

‘Kutobokonne kuhancurkan HP-mu

kalau tidak nuhapus gambar (foto),” ancamnya.

Tak menerima adanya ancaman itu, dua orang Jurnalis ini melaporkan ke Polsek Bontonompo pada hari kejadian, Jumat 3 Juli 2026.

Dari laporan tersebut, ditangani Aiptu Junandar dan mengaku telah menemui Haji Junaedi, yang katanya, tidak ada masalah.

Namun, respon anggota Polsek Bontonompo ini tidak diterima pihak Jurnalis.

“Saya minta dipertemukan di Kantor Polisi. Yang disesalkan, kenapa oknum polisi enggan mempertemukan saya, ada apa yah,” ujar Daeng Tobo, panggilan akrab Jurnalis Senior itu.

Anehnya lagi, ditanya tentang keberadaan tambang yang beroperasi di wilayah Kecamatan Bontonompo, justeru oknum Polisi mengaku tidak tahu menahu.

Alasannya, selama ini, tak seorang pun pengelola tambang yang pernah melaporkan kepolisi sebelum  melaksanakan  kegiatannya.

Diharapkan, kepada pemerintah dan instansi terkait serta APH, untuk pro aktif memantau di lapangan serta tidak menutup mata mengawasi aktivitas penambangan yang diduga ilegal.

Menanggapi terjadinya insiden pengancaman tersebut, Media Aktual berulaya mengonfirmasi kepada Haji Junaedi namun tidak berhasil lantaran HP nya tidak aktif. (red)

REDAKTUR : Muh Idris Jamaluddin

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250