banner 970x250
banner 970x250
SKANDAL

‘Bisnis Jabatan Kepsek Nodai Pendidikan Makassar’

0

Walikota Munafri : Terbukti Pasti Diberi Sanksi

banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Dunia pendidikan kembali tercoreng. Kejadiannya, bukan di benua antartika tapi terjadi di Kota Makassar Sulsel.

banner 468x60

Pemicunya, tak lain seorang oknum Kepala Sekolah Dasar yang berani ‘bernyanyi’ soal praktik jual beli jabatan pasca pelantikan 369 Kepsek yang dipimpin langsung Walikota Munafri Arifuddin, berlangsung di Tribun Lapangan Karebosi, beberapa waktu lalu.

Cuitan keras Suryama AB Dg.Ratu, S.Pd, M.P, sontak heboh di medsos dan viral di jagat maya

Tak pelak, curhatan bercampur kesal Daeng Ratu itupun, sampai ditelinga Walikota maupun Kadis Pendidikan Achi Soleman.

Menyikapi hal tersebut, Appi langsung bereaksi dan meminta Inspektorat mengusut dan memeriksa skandal ‘bisnis’ jabatan yang diduga ‘dumainkan’ oknum Kabid GTK Dinas Pendidikan atas suruhan Alfian, oknum yang mengklaim sebagai Tim Sukses Walikota.

Mencegah akan menjadi bola liar, Pemkot Makassar pun menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar.

“Pasti kita gandeng APH. Pasalnya, ini bisa merusak sistem khususnya dunia pendidikan,” ujar Munafri Arifuddin, bersama Kajari Makassar Andi Panca Sakti, di sebuah hotel ternama, Senin (29/6/2026).

Appi menegakan, saat ini pihak Inspektorat sedang berkoordinasi dengan Kejari Makassar.

Mantan CEO PSM Makassar itu berkomitmen, menjaga dunia pendidikan untuk tidak ternoda adanya praktik berbau ‘bisnis’ jabatan kepsek.

“Akan ada sanksi semuanya. Kalau dia memang terbukti, pasti ada sanksinya dan itu bertumpuk. Ada sanksi administrasi, bahkan sanksi penegakan hukum disiplin dan sebagainya,” tegas Appi.

Hal lain, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, pun pasang taji.

“Kami tidak akan menoleransi apapun terkait dengan kesalahan yang dilakukan oleh oknumnya,” kata Achi.

Achi pun berjanji, akan transparan dan akan mengevaluasi jajarannya yang bekerja serampangan atau diluar mekanisme aturan yang berlaku

Kasus inipun, mendapat atensi dari Komisi D DPRD Kota Makassar, termasuk pihak Ombudsman.

Terbukti, DPRD usai menggelar RDP dengan menghadirkan orang-orang yang disebut dan viral di medsos.

Apa dan bagaimana hasil RDP tersebut ? Itulah yang masih gamang, dengan alasan masih terus berproses dan akan memintai keterangan pihak lain terkait dugaan Jual-Beli jabatan Kepsek.

Untuk diketahui, kronologi kasus tawar-menawar besaran ‘duit’ yang disorot publik ini,  bermula dari sebuah video berdurasi 6 menit 13 detik yang viral di media sosial.

Menampilkan pengakuan salah seorang Kepsek di Makassar bernama Suryama dan memperkenalkan diri.

Wanita paruh baya itu, mengaku telah mengikuti seluruh rangkaian proses seleksi kepala sekolah.

Hasilnya pun, menurut pengakuannya bagus. Sebelum akhirnya ditelepon oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Makassar Muh Yunus Sanusi.

Tujuannya, memberitahu Suryama bahwa dia akan ditempatkan di sekolah dengan jumlah peserta didik yang banyak.

Mendengar kabar baik itu, Suryama  mengucap syukur, apalagi memahami bahwa itu buah dari kerja keras.

Sayang, selang beberapa lama Kabid Yunus kembali menelepon.

Iming-imingnya, beber Suryama, dia menawarkan penempatan.

“Mauki pilih sekolah yang mana kita mau. Kebetulan saat ini  saya berada di rumah tim sukses Wali Kota Makassar bernama Alfian. Dia loudspeaker, makanya saya dengar. Dia bilang, Ini Pak Alfian sementara mengetik nama-nama kepala sekolah dan penempatannya,’” ungkap Suryama meniru  ucapan Yunus.

Suryama mengakui, dia dimintai uang puluhan juta. Jika ingin ditempatkan di sekolah besar.

“Langsung dia bilang, jika ingin ditempatkan di sekolah besar, ya harus bayarki Ro.30 juta. Saya tidak  punya uang sebesar itu, sehingga saya menolak.

Namun, Kabid Yunus meminta Suryama menghapus pesan serta semua riwayat telepon. Lalu meminta tangkapan layar (Screenshot) sebagai bukti seluruh riwayat telah terhapus.

“Terus terang, modal saya itu cuma mengandalkan otak-kompetensi diri, untuk kepintaran  pendidikan di Makassar. Yang jelas, saya tidak curiga apa-apa karena pribadi Pak Yunus ini orang baik sekali,” pungkasnya.(red)

KORLIP : Agusmeks

REDAKTUR : Mustafa

 

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250