banner 970x250
banner 970x250
SKANDAL

SMPN 1 Galut Takalar ‘Mainkan’ Proyek Revitalisasi 

0

Kanal C Baru Berdiri Sudah Bengkok

MEDIAAKTUAL.COM – TAKALAR : 

Seakan tak ada habisnya pekerjaan proyek revitalisasi BERMASALAH terjadi di beberapa tingkat satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Takalar Sulsel.

banner 468x60

Betapa tidak, setelah revit SDN 95 Campagaya dan SDN 120 Inpres Tamalate ditemukan BERANTAKAN, kini giliran SMPN 1 Galesong Utara, Kelurahan Bontolebang, Kecamatan Galesong Utara yang diduga menjadi ajang bisnis oknum.

Berdasarkan hasil pantauan langsung Tim Investigasi LSM PERAK Indonesia di lokasi, material rangka atap baja ringan Kanal C yang dijadikan kuda-kuda atap diduga tidak sesuai RAB dan di bawah Standar SNI.

Mirisnya, Kanal C yang baru saja didirikan sebagai kuda-kuda sudah terlihat bengkok dan tidak kokoh.

“Parah ini. Kanal C baru dikasih berdiri saja sudah bengkok, melengkung seperti mau patah. Bagaimana kira-kira kalau kanal C ini sudah dikasih beban di atasnya seperti genteng dan reng? Bisa ambruk timpa siswa,” ujar salah satu Tim Investigasi LSM PERAK dengan nada kesal.

Temuan tersebut, mengindikasikan kuat adanya penggunaan Kanal C banci dengan ketebalan di bawah 0,75 mm yang sangat tidak layak untuk konstruksi penahan beban.

Saat tim LSM PERAK melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah SMPN 1 Galesong Utara, jawaban yang diberikan justru terkesan membingungkan dan berbelit-belit.

“Jadi kalau kanal C itu tiga macam, jadi yang saya ambil yang ditengah,” kilah Kepala Sekolah saat pertama kali dikonfirmasi.

Namun, setelah Tim Investigasi LSM PERAK memperlihatkan video bukti Kanal C yang bengkok dan mudah penyok tersebut, Kepala Sekolah tersebut langsung berubah pernyataan dan seolah mengakui adanya material yang tidak sesuai.

“Oh iya, ada memang itu dua batang sebagai tambahan,” ucap Kepala Sekolah tersebut.

Pernyataan tersebut, menjadi bukti pengakuan bahwa memang ada material Kanal C yang diduga tidak sesuai spesifikasi yang telah terpasang di proyek revitalisasi tersebut.

“Ini lucu. Awalnya bilang ambil yang tengah (spek tengah). Setelah diperlihatkan videonya, baru mengaku ada dua batang tambahan yang banci. Yang namanya proyek revitalisasi tidak ada istilah tambahan yang banci. Semua harus SNI 0,75. Dua batang itulah yang bisa menyebabkan kegagalan konstruksi total,” tegas Rahman Samad Divisi Investigasi LSM PERAK Indonesia.

Melihat fenomena yang sarat rekayasa itu,

LSM PERAK Indonesia mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar dan Inspektorat untuk segera turun ke SMPN 1 Galesong Utara untuk memeriksa seluruh rangka Kanal C yang telah terpasang.

“Jangan sampai karena ada dua batang banci itu, satu sekolah ambruk. Kami minta bongkar dan ganti semuanya yang tidak sesuai RAB,” pungkasnya.

Hingga berita ini tayang, pihak pelaksana P2SP SMPN 1 Galesong Utara belum memberikan klarifikasi resmi.(Timred)

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250