MEDIAAKTUAL.COM – GOWA :
Proyek Irigasi Perpompaan (IRPOM) di Kabupaten Gowa dipertanyakan.
Pasalnya, di beberapa titik proyek IRPOM di Kabupaten Gowa diduga tidak memiliki papan proyek serta pembesiannya berbeda-beda.
Padahal, petunjuk teknis (Juknis) sudah jelas mengatur bahwa di Kabupaten Gowa pasti menggunakan pembesian.
Namun anehnya di lapangan, kelompok tani menggunakan besi yang berbeda-beda.
Ada yang pakai besi 7, ada yang pakai besi 8, dan bahkan ada yang pakai besi 11.
Selain itu, ada juga yang pakai besi begel ukuran besi 5 dan bahkan ada yang tidak sampai besi 5.
“Ketidaktransparanan proyek IRPOM Gowa ini perlu dipertanyakan, ada apa?” ujar Aktivis LSM PERAK.
Sementara itu, Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Gowa Arham Muis, saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp mengatakan bahwa persoalan papan proyek memang tidak ada aturannya.
“Kalau persoalan papan proyek memang tidak ada aturannya tergantung dari masing-masing kelompok, ini kan bantuan dari kementerian. Saya juga pernah sampaikan ke teman untuk dimasukkan ke RAB namun tidak diizinkan, jadi kita juga serba salah juga,” timpalnya berkelit.
Menanggapi pernyataan Kabid PSP tersebut, Aktivis LSM PERAK Rahman Samad menegaskan bahwa papan proyek sangat penting untuk transparansi anggaran.
“Kalau anggaran itu sangat perlu ada papan proyek, sehingga masyarakat mengetahui,” tegasnya kepada MEDIA AKTUAL (Cetak & Online).
Berdasarkan informasi yang dihimpun LSM PERAK, proyek IRPOM tersebut, bersumber dari APBN dan anggarannya satu kelompok lebih dari Rp 150 Juta.
LSM PERAK mendesak, aparat penegak hukum untuk turun melakukan pemeriksaan terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pembesian dan transparansi anggaran proyek IRPOM di Kabupaten Gowa tersebut.(red)
JURNALIS : Muh Yusuf
Langsung ke konten














