MEDIAAKTUAL.COM – GOWA :
Proyek revitalisasi SDN Paccinogang Unggulan Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, diduga dikerjakan tidak sesuai RAB dan spesifikasi teknis.
Sorotan publik mengarah pada material baja ringan untuk kuda-kuda atap yang dinilai tidak memenuhi standar SNI.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (9/9/2026), kanal C yang digunakan untuk rangka atap memang bertuliskan stempel ukuran 75/75.
Namun, mutu dan ketebalan materialnya diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam RAB.
“Ini jelas janggal. Di stempel tertulis 75/75, tapi kalau diukur dan dilihat dari kualitasnya, ini tidak masuk mutu SNI. Bisa bahaya kalau kena angin kencang,” ujar salah seorang warga yang juga berprofesi sebagai tukang bangunan.
Warga menduga kuat terjadi pemangkasan spesifikasi atau mark up material pada proyek yang bersumber dari dana pemerintah tersebut.
“Di RAB pasti tertulis baja ringan SNI 75/75 dengan ketebalan tertentu. Tapi yang datang di lapangan beda. Kalau dari awal sudah main material, bagaimana dengan mutu bangunannya? Anak-anak yang dirugikan,” tegasnya.
Kekhawatiran semakin besar karena kuda-kuda merupakan struktur utama penyangga atap. Jika materialnya di bawah standar, bangunan rawan roboh saat terjadi cuaca ekstrem.
Warga meminta Dinas Pendidikan, Inspektorat, dan Aparat Penegak Hukum Kabupaten Gowa segera turun tangan melakukan audit fisik dan uji laboratorium terhadap material yang digunakan.
“Jangan tunggu sampai terjadi korban. Tolong dibongkar RAB-nya, diukur ulang materialnya. Kalau memang tidak sesuai, harus dibongkar dan dikerjakan ulang,” pintanya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi di lokasi proyek, anggota P2SP Adil mengatakan, kanal C yang digunakan tercantum di RAB dengan harga Rp100.000 per batang.
Menanggapi hal itu, Divisi Investigasi LSM PERAK mendesak aparat penegak hukum agar segera turun ke lokasi.
“Ini dana negara. Jangan dikerjakan asal jadi. Kami minta APH usut tuntas, jangan sampai ada kerugian negara,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun konsultan pengawas, belum dapat dimintai keterangan.
Jurnalis MEDIA AKTUAL (Cetak & Online), telah berupaya mengonfirmasi kepada Kepsek SDN Paccinongang Unggulan H.Askary, namun tidak berada di tempat.
Yang pasti, proyek revitalisasi yang diduga bersoal ini akan terus ditelusuri, mengingat pengerjaannya diduga kuat tak sesuai RAB.(Timred)
Langsung ke konten














