banner 970x250
banner 970x250
DAERAH

Pokdarwis Salamaka Desa Boddia Garda Terdepan 

0

Upaya Pengembangan Wisata Bahari Pulau Sanrobengi

MEDIAAKTUAL.COM – TAKALAR 

Pemerintah Desa Boddia Kecamatan Galesong memahami, bahwa keberhasilan pariwisata tak akan tercapai tanpa keterlibatan masyarakat.

banner 468x60

Makanya, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Salamaka dibentuk sebagai garda terdepan dalam pengelolaan objek wisata.

Ketua Pokdarwis Salamaka Iwan Setiawan mengatakan, Pokdarwis tidak hanya difungsikan sebagai pengelola, tetapi juga sebagai wadah edukasi warga.

Dikatakan, semua stake holder yang ada di desa digerakkan, komunikasi dengan pemangku kepentingan eksternal juga terus dijalin.

 “Kami ingin pastikan bahwa wisata ini dikelola bukan hanya untuk menarik pengunjung, tapi juga menciptakan dampak ekonomi langsung bagi warga,” ungkapnya.

Hal ini, memperlihatkan komitmen Pemerintah Desa Noddia dalam menjadikan wisata sebagai tulang punggung perekonomian desa.

Selain pemberdayaan sosial, terang Iwan, pembangunan fisik juga menjadi bagian integral dari strategi pengembangan. “Transportasi menuju pulau sanrobengi, tempat parkir, toilet umum, hingga fasilitas informasi mulai disiapkan untuk menciptakan kenyamanan dan kesan positif bagi wisatawan.,” pungkasnya meyakinkan

Sementara itu, Kepala Desa Boddia Muhammad Rusli menanggapi inisiatif tersebut dengan penuh apresiasi.

Ditekankan bahwa pengembangan destinasi wisata bahari Sanrobengi tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik.

“Pengembangan destinasi tidak akan berhasil jika hanya fokus pada bangunan fisik. Keterlibatan masyarakat dan kesadaran kolektif adalah fondasi utamanya,” tandasnya.

Menurut Rusli, kerja sama yang kuat antara pemerintah desa, dinas, dan komunitas seperti Pokdarwis menjadi kunci keberlanjutan wisata pulau sanrobengi.

Ditambahkan, ukuran keberhasilan destinasi bukan sekadar jumlah kunjungan, melainkan juga pada kesejahteraan warga yang meningkat karena hadirnya sektor wisata.

Desa Boddia, kini berdiri sebagai model pembangunan berbasis partisipasi warga dan potensi lokal.

Dengan pendekatan holistik dan kolaboratif, Pulau Sanrobengi tidak hanya menjadi tempat rekreasi alam, tetapi juga simbol kemajuan desa yang mengakar dari masyarakat itu sendiri.

 Terkait Pengembangan Pulau Sanrobengi ini, diakui Kades Muhammad Rusli bahwa Bupati Takalar, Muhammad Firdaus Daeng Manye memberikan tantangan untuk melakukan pengembangan dan survei selanjutnya diajukan sebagai wahana wisata.

Tantangan itu, katanya,  disampaikannya via telpon selularnya saat bertandang ke Pulau Sanrobengi.

Bupati Daeng Manye menyarankan untuk memperhatikan jarak tempuh yang terjangkau, serta penanganannya yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

“Kita ada kawasan wisata pulau, bisa terjangkau untuk diselesaikan dalam kurung waktu dekat ini,” jelas Kades.

Adapun rencana dari pulau wisata itu, imbuhnya lagi, Pemkab Takalar bakal memberikan bantuan dalam hal penataan, serta kebutuhan penting lainnya.

“Kita akan bantu penataannya designnya dan satu wilayah itu kita mungkin akan pasangkan listriknya, PLTS lengkap pastinya,” bebernya.

Kades menjelaskan, rencana pulau wisata itu mengusung tema wisata kembali kepada alam dengan melihat trend sosial saat ini pekat mencari suasana natural.

Menurutnya, dalam pengelolaan satu pulau wisata itu di proyeksikan masyarakat dalam pengelolaannya apalagi terkait dengan pengembangan UMKM dan Bumdes serta pemberdayaan kelompok sadar wisata sebagai garda terdepan.

“Kita mau orang mengelola orang yang profesional yang pasti melibatkan warga lokal Terutama Pokdarwis,” sebut Daeng Ngopa, sapaan akrab Kepala Desa.

“Pulau sanrobengi memang sudah kita identifikas di kembangkan oleh pemdes bersama pemerintah daerah tetapi ada kendala,” ucapnya.

Dikatakan, potensi ekonomi dalam pariwisata yang tentunya bersentuhan langsung dengan rakyat dengan Optimis itu dapat menumbuhkan Ekonomi masyarakat.

Berdasarkan jarak tempuh, beber Rusli, Pulau Sanrobengi akan dilakukan pembenahan serta pengorganisasiannya ketika menjadi pulau wisata.

“Jadi ada Pulau Sanrobengi misalnya itu Dengan jarak tempuh cukup nyaman untuk kita berwisata kesana itu yang kita coba pelajari bersama. Kita sudah diberi waktu, berarti  tahapan persiapan pasti sudah ada time schedule,” pungkasnya.

Hal menjadi pertimbangan, sambung  Kades Boddia adalah status lahan, namun pihaknya akan mencoba.

“Karena ini berkenan dengan kepastian lahan yang ada disana, kita akan coba, tapi saya kira disana kan lahan negara kalaupun ada lahan kepemilikan perorangan maka akan berhadapan dengan pemerintah daerah untuk membuktikan  kepemilikannya janji bupati. Tapi, saya dengan prinsipnya masyarakat Takalar itu kan sangat welcome mereka siap mendukung apalagi itu kepentingan ekonomi mereka,” tutur Muh Rusli.(red)

JURNALIS : Hamsar Arifuddin

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250