MEDIAAKTUAL.COM – TAKALAR :
Kepala Desa Banggae, Faisal Sibali dan Ketua Kelompok Pelaksana Pokmas KKAD Sipakabaji, Muh. Rusli Dg. Leo membantah tudingan membuat papan informasi proyek “susulan” usai disorot media terkait proyek PISEW senilai Rp500 juta.
Keduanya menegaskan, keterlambatan pencantuman rincian volume fisik bukan bentuk manipulasi, melainkan penyesuaian data di lapangan.
“Sejak awal papan informasi sudah kami pasang sesuai ketentuan. Untuk rincian panjang dan lebar, memang kami tahap karena ada beberapa titik yang dikerjakan swadaya oleh warga. Data finalnya baru kami tempel Selasa kemarin setelah diukur ulang bersama konsultan,” ujar Muh. Rusli Dg. Leo, Kamis 10/9/2026.
Terkait tudingan proyek dikuasai oknum perangkat desa, Kades Faisal menjelaskan penunjukan Ketua Pokmas merujuk pada musyawarah masyarakat.
“Ketua Kelompoknya memang Kepala Dusun, tapi itu hasil musyawarah warga. Beliau dipilih karena dianggap mampu menggerakkan masyarakat. Ini bukan penunjukan sepihak dan tidak melanggar, karena sifatnya pemberdayaan masyarakat,” paparnya.
Faisal menambahkan, Pokmas KKAD Sipakabaji bekerja sesuai Juknis PISEW dari Kementerian PUPR dan dalam pengawasan Satker Cipta Karya BPPW Sulsel.
“Kami terbuka untuk diaudit. Silahkan cek ke lapangan, cek dokumen, cek RAB. Tidak ada yang kami tutup-tutupi,” tegasnya.
“Kami tidak takut disorot. Justru kami minta didampingi biar tidak ada fitnah. Tujuan kami cuma satu: infrastruktur di Banggae bisa selesai dan bermanfaat untuk warga,” tutup Rusli.
EDITOR : Rahman Samad
Langsung ke konten














