MEDIAAKTUAL.COM – MAKASSAR :
Beberapa bulan terakhir ini, angka kriminalitas jalanan di Kota Makassar menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Biang kerok aksi kekerasan itu, kebanyakan dari geng motor dari kalangan remaja, dengan usia masih di bawah umur.
Fenomena kejahatan brutal itulah, sontak memicu keresahan, kekesalan dan kegeraman masyarakat, khususnya bagi warga Makassar dan sekitarnya.
Menyikapi aksi kriminal geng motor yang sudah diambang titik nadir tersebut, membuat Polrestabes Makassar mengambil sikap dan langkah tegas untuk menghentikannya.
Pasalnya, selama ini, aparat kepolisian telah melakukan penindakan secara preventif dan persuasif.
Namun, hasilnya di lapangan kurang mempan.
Artinya, hari ini pelakunya berhasil diborgol, besok kumat lagi dengan modus yang berbeda-beda.
Kini, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mulai menunjukkan taring untuk menindak tegas.
Tanpa tedeng aling-aling, perwira menenga kepolisian tiga bunga di pundak itu menginstruksikan jajarannya menembak di tempat pelaku geng motor yang mengancam nyawa masyarakat.
“Kalau memang pelaku kejahatan itu sudah mengancam nyawa masyarakat, perintah saya tembak di tempat. Ada polisi di situ, dia mengancam nyawa masyarakat dengan parang atau mungkin dengan senjata lainnya yah tembak di tempat,” tegasnya, saat menggelar press conference di Mapolrestabes Makassar, Selasa 12 Mei 2026.
Yang mengingatkan, tindakan tegas itu hanya ditujukan kepada geng motor yang membawa senjata tajam dan membahayakan warga maupun polisi. Selain itu, penindakan tetap dilakukan secara terukur apabila situasi tidak mengancam keselamatan jiwa.
“Jadi kalau mengancam jiwa anggota kepolisian yang sedang bertugas, tembak di tempat. Perintah saya begitu. Tapi kalau memang tidak mengancam, ya dilakukan upaya-upaya yang tegas tapi terukur. Tidak serta merta langsung menembak, tidak akan seperti itu,” tandasnya.
Kapolrestabes pun mengklaim, polisi selama ini telah melakukan patroli rutin untuk menekan aksi geng motor.
Bahkan, katanya, Patroli dilakukan setiap malam hingga dini hari dengan melibatkan berbagai satuan.
Selain penindakan hukum, Kombes Arya meminta peran aktif orang tua agar tidak membiarkan anak-anaknya keluar rumah hingga larut malam.
Artinya, imbuh dia, langkah pengawasan keluarga penting untuk mencegah keterlibatan remaja dalam aksi geng motor.
“Tolong ini disampaikan kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Makassar. Jangan biarkan anak-anak kita usia 12-13-14 15 tahun, untuk keluar malam. Kasihan, vuat apa ada anak umur 13 tahun berada di luar jam 2 malam,” ucapnya prihatin.
Intinya, Kapolrestabes mengimbau masyarakat, utamanya para remaja dan pelajar, agar tidak berkeliaran saat larut malam.
“ Anak-anak ini tugasnya adalah belajar. Tidur lebih cepat dan belajar. Bukannya kami tidak mau melindungi, tapi dari orang tua, dari lingkungan itu juga harus membatasi anak-anaknya, tidak keluar malam. Jadi, Kamtibmas ini bisa terwujud aman, kalau kita punya niat yang sama dari seluruh elemen masyarakat,” harapnya.
Untuk diketahui, sebut Kombes Arya bahwa dalam sepekan ini, sebanyak 38 orang pelaku kejahatan ditangkap saat peningkatan patroli kamtibmas.
Para pelaku itu, terkait kasus penganiayaan berat, pencurian pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, penggunaan senjata tajam, hingga keanggotaan kelompok geng motor.
Yang menarik, perintah tegas yang diambil Kapolrestabes Makassar yaitu ‘Tembak di Tempat’ jika geng motor mengancam nyawa warga dan petugas, toh mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Menurutnya, aksi begal dan kriminal jalanan di Makassar yang menimbulkan keresahan menunjukkan bahwa pelaku semakin nekat dan tak segan melukai korban.
Untuk itu, Politisi NasDem itu Sahroni sangat merespons menindak pelaku kejahatan, termasuk untuk melakukan tembakan terukur di lapangan.
“Lumpuhkan mereka, amankan, lalu proses hukum dengan tegas. Karena kalau aparat terlambat sedikit saja mengambil tindakan, justru nyawa masyarakat yang bisa hilang dibunuh oleh mereka. Pasukan patroli harus dibekali SOP yang kuat agar berani mengambil keputusan di jalanan,” tegasnya.
Sahroni menilai, aksi kejahatan jalanan kini makin brutal dan butuh ketegasan aparat di lapangan demi melindungi masyarakat.
“Begal ini tidak akan pernah habis kalau aparat terlihat ragu dan lembek. Artinya, tindakan tegas yang terukur itu juga bukan untuk gagah-gagahan, semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menjaga situasi Kamtibmas yang tertib, nyaman dan kondusif,” pungkasnya.(red)
JURNALIS : Agusmeks – Andi Diffank
EDITOR : Saiful Ngemba – Muh Rustam
Langsung ke konten














