MEDIAAKTUAL.COM – GOWA :
Bak modus berpura-pura terbelit masalah kebutuhan ekonomi keluarganya, membuat Hervita Apriyani, lihai memainkan drama ‘sedih’ didepan seorang sahabatnya sendiri bernama Hj.Agi.
Ujung-ujungnya, keluh-kesah Hervita itu ternyata niatnya meminjam uang sebesar Rp.3.700.000 (Tiga Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah).
Saking merengeknya meminta belas kasihan, membuat Hj.Agi tergerak hatinya untuk menolong dan membantu teman secara ikhlas.
Saking butuhnya, Hervita, yang merupakan warga pendatang luar Sulsel dan sudah menetap tinggal di Gowa, tepatnya di Jalan Poros Malino Kelurahan Tompobalang Somba Opu, saat itu menitip-menjaminkan sebuah sepeda motor tua disertai foto copy surat BPKB.
Pinjaman uang tersebut, terjadi sekitar Bulan Agustus 2018 lalu.
Untuk meyakinkan Hj.Agi, utang Hervita tertulis dalam sebuah kuitansi bermaterai lengkap tandatangan, tertanggal 14 Agustus 2018.
Belakangan, saat tiba waktu pengembalian utang, seperti yang dijanjikan, Hervita maupun suaminya mulai menjauh-berkelit dan menghindar dari desakan tagihan.
“Sempatji memang bayar, tapi lebih banyak yang tinggal. Ibu Engel ini maupun suaminya memang menyebalkan. Saya juga menduga Hervita ini sudah terprovokasi oleh seorang bestinya bernama Ita. Dimana harga dirimu, orang sudah ditolong kok ngotot tidak melunasi, deh tidak malu-malunya. Nilainya mungkin tidak seberapa, tapi ini soal komitmen dan tanggungjawab. Intinya, utang ini harus dilunasi. Sekarang hidupnya sudah hebatmi, cuma tidak ada niat baik mau membayar,” kesal putri kandung Hj.Agi.
Mirisnya lagi, perkara ini pernah dimediasi polisi (Bhabinkamtibmas) Kel.Tombalang tapi buntu dan ngotot tidak mau membayar.
Alasan Hervita, dirinya sudah terlanjur dipermalukan keluarga korban.
“Kapan dan siapa yang permalukannya Aneh juga. Justeru Hervita ini pernah datang ke sekolah mencak-mencak, ngomong tidak karuan, tapi saya lawan. Masa dia yang berutang, saya malah didatangi. Aneh, orang ini, pintar bersilat lidah dan licik memutar balik fakta Tapi kita lihat saja, namanya utang dan menyakitkan hati orang yang pernah menolong, nanti dirasakan sendiri. Selain tidak berkah dan halal juga kehidupan rumahtangganya, akan begitu-begitu tonji terus. Siapa yang tidak kesal, sudah sekian tahun diberi waktu, eh justeru ulahnya kian menjadi-jadi. Cocokmi, ada istilah bahwa orang ini tidak tahu diuntung,” timpal anak perempuan korban, dengan rasa dongkol.
Mencermati kasus ini, yang sudah beberapa kali diekspose, terkesan memang urat ‘malunya’ sudah putus.
Pasalnya, jika punya rasa malu apalagi sudah diberitakan media, pastilah akan terusik dan berani memberikan klarifikasi secara terang benderang.
Dan ternyata memang, upaya MEDIA AKTUAL (Cetak & Online) menyambangi rumah Hervita untuk melakukan konfirmasi namun tidak pernah berhasil gegara sibuk kegiatannya di luar. (timred)
Langsung ke konten














