banner 970x250
banner 970x250
BERITA

Lagi, Aliansi Pekalima Gelar Unras di Balaikota Makassar

0
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Upaya Pemkot Makassar untuk menertibkan lokasi penjualan para pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini banyak menggunakan Fasilitas Umum (Fasum), secara bertahap mulai tertata apik dan bersih.

banner 468x60

Sebelumnya, sejumlah lapak PKL yang meresahkan warga itu terlihat jorok dan serampangan bahkan menjadi pemicu kemacetan arus lalu lintas.

Sayang, dibalik upaya Pemkot dalam menata keindahan kota tersebut, toh mendapat gelombang penolakan sejumlah komunitas PKL.

Salah satunya, datang dari para pedagang beraktivitas di Kawasan Benteng Rotterdam.

Aksi protes pedagang yang mengatasnamakan Aliansi Pekalima itu, kembali menggeruduk dan hadir di depan Balaikota Makassar, Selasa 23 Juni 2026.

Koordinator aksi Iswan Kusnadi menilai, langkah penertiban yang Pemkot Makassar berpotensi menghilangkan nafkah pencaharian dan penghidupan ratusan warga yang  menggantungkan ekonomi keluarganya.

“Keberadaan pedagang es kelapa di kawasan Rotterdam telah menjadi bagian dari identitas ruang publik dan daya tarik wisata yang dikenal masyarakat maupun wisatawan,” katanya.

Menurut Iswan, penataan kawasan semestinya tidak dilakukan dengan mengorbankan pelaku usaha kecil.

“Intinya, para pedagang tidak menolak penataan kota, namun menginginkan proses yang mengedepankan dialog dan mempertimbangkan aspek sosial-ekonomi masyarakat,” teriaknya darik balik mikrofon portabel.

Massa Aliansi Pekalima ini, membawa sejumlah tuntutan, diantaranya meminta pemerintah menghentikan rencana penggusuran para pedagang es kelapa di kawasan Benteng Rotterdam.

Selain itu, meminta DPRD Kota Makassar segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) yang melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk perwakilan pedagang, pemerintah kota dan pemangku kebijakan lainnya.

Iswan menegaskan, bahwa pembangunan dan penataan kota tidak hanya berbicara tentang wajah kawasan, tetapi juga bagaimana kebijakan publik mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat kecil.

Setelah membacakan sejumlah tuntutannya, massa unras ini bubar dan meninggalkan lokasi dengan tertib.

Selama berlangsungnya aksi demo tersebut, sejumlah aparat keamanan TNI/Polri dibantu personel Satpol PP Kota Makassar dan Dishub bersiaga di area Balaikota membantu pengamanan.

Bahkan, di sela-sela aksi unjukrasa tersebut, tampak hadir memantau yakni Sekretaris Satpol PP Kota Makassar Muh Ari Fadli, S.STP, di area Taman Bunga Balaikota.(red)

EDITOR : Saiful Ngemba

 

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250