MEDIAAKTUAL.COM – SOPPENG :
PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pajalesang “Goes to School” melakukan edukasi manfaat dan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) di SD Negeri 100 Dare Bunga Bungae Pajalesang di Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan, Jumat (11/10/2024).
Kegiatan ini, mengusung tema “Edukasi Bahaya Listrik Sejak Dini”.
Tujuannya, meningkatkan kesadaran masyarakat sejak usia dini tentang pentingnya penerapan K2 serta secara tidak langsung menginvestasikan penerapan ilmu K2 di masa yang akan datang.
Manajer Unit Layanan Pelayanan (ULP) Pajalesang Peri Indriyanto mengatakan, materi yang diberikan mengenai dasar-dasar listrik, bahaya yang timbul dari penggunaan listrik, serta cara pencegahan kecelakaan listrik.
“Jadi lokasi SD Negeri 100 Dare Bunga Bungae ini berada di kecamatan Lili Rilau dan menjadi sekolah favorit ,jadi ada beberapa kegiatan masyarakat maupun anak-anak yang masih dilakukan, seperti bermain layang-layang di dekat jaringan listrik itu, memasang balioh dan juga menebang pohon di sekitar jaringan listrik,” jelasnya.
Peri Indriyanto menambahkan, dampak bahaya listrik dapat menyebabkan kecelakaan pada manusia, seperti luka bakar, hilangnya kesadaran, hingga kematian, di sisi lain juga menyebabkan kerugian material akibat kerusakan properti.
Untuk itu, pihaknya mengajak siswa-siswi untuk lebih peduli terhadap potensi bahaya listrik.
Hindari kegiatan yang berbahaya, seperti mendekati gardu,bermain layang-layang dekat jaringan listrik,serta menumpuk colokan dirumah.
PLN Unit Layanan Pelayanan (ULP) Pajalesang berkomitmen untuk terus menggiatkan kegiatan serupa di sekolah dan komunitas sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mendukung keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Selain itu, masyarakat juga diajak menggunakan PLN Mobile untuk melaporkan potensi bahaya yang harus ditindak oleh petugas PLN,” tandasnya.
Kepala Sekolah SD Negeri 100 Dare Bunga Bungae ibu Suriati menyampaikan, manfaat kegiatan ini adalah memperkenalkan anak-anak dengan bahaya listrik.
Anak-anak dalam kehidupan sehari-harinya mereka bisa menyesuaikan tentang bahaya listrik termasuk bermain layang-layang di dekat JTM ataupun mencas handphone yang benar dan bisa mengedukasi kembali kepada orang tua terkait jarak aman pohon dari JTM lewat video animasi yang diputarkan.
“Selama ini anak-anak hanya sekedar mendapat pengetahuan dari guru-guru. Harapan saya dengan sosialisasi ini dapat bermanfaat bagi anak didik kami dan juga kami sebagai orang tua yang ada di sekolah,” pungkas Kepsek Suriati.(red)
KORLIP : Saiful Ngemba
Langsung ke konten














