MEDIAAKTUAL.COM – TAKALAR :
Pelaksanaan proyek revitalisasi di SMP PGRI 2 Takalar menjadi sorotan tajam.
Pasalnya, P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan) yang seharusnya menjadi penanggung jawab utama dan wajib berada di lokasi proyek, jarang pernah terlihat batang hidungnya.
Pantauan tim media ini selama beberapa kali ke lokasi proyek, sosok P2SP susah ditemui hadir di lapangan.
Padahal , sesuai tupoksinya, P2SP harus ada di lokasi untuk memantau dan mengawasi langsung para pekerja agar pekerjaan sesuai dengan RAB dan gambar.
“Dapat info tidak masuknya P2SP karena diduga belum digaji atau diduga hanya sebagai tameng saja alias boneka. Padahal seharusnya dia harus selalu ada di lokasi proyek,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi tersebut, memunculkan dugaan kuat bahwa P2SP di SMP PGRI 2 Takalar hanya formalitas belaka alias Tupoksinya sebatas di atas kertas saja.
Yang lebih mengejutkan, ada dugaan bahwa yang menjadi pengendali utama proyek bukanlah P2SP, melainkan Kepala Sekolah itu sendiri.
“Yang mengatur semua Kepsek. P2SP cuma melihat progres saja. Ini sudah melanggar juknis,” tambah sumber tersebut.
Sesuai Juknis Revitalisasi Kemendikbud, P2SP harus bekerja penuh waktu di lokasi, mengawasi mutu, membelanjakan material, dan keselamatan kerja.
Jika P2SP tidak ada, maka pengawasan mutu dipastikan lemah dan rawan terjadi pengurangan spesifikasi.
“Bagaimana mau awasi besi, semen, kanal C kalau P2SP-nya saja tidak pernah dilibatkan dalam pembelanjaan material dan pengawasan pekerja? Proyek Ratusan juta dilepas begitu saja ke tukang. Wajar kalau mutu jadi berantakan,” tegas Rahman Samad, Divisi Investigasi LSM PERAK.
LSM PERAK mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar dan Inspektorat untuk segera memanggil Satpen dan memeriksa P2SP SMP PGRI 2 Takalar.
“Periksa SK-nya, periksa absensinya, periksa siapa yang belanja material. Jika terbukti P2SP hanya boneka dan dikendalikan Kepsek, ini harus dibatalkan dan dievaluasi. Dana revitalisasi bukan untuk dikendalikan sepihak,” pungkas Rahman.
Hingga berita ini diterbitkan, P2SP dan Kepala SMP PGRI 2 Takalar belum berhasil dikonfirmasi.(Timred)
Langsung ke konten














