MEDIAAKTUAL.COM – GOWA :
Seperti pelaksanaannya pada Juli tahun lalu, event pariwisata Beautiful Malino (BM) 2026 bakal dihelat kembali.
Guna mematangkan persiapan BM tersebut, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang memimpin rapat internal pembahasan, berlangsung di Baruga Karaeng Galesong Kantor Bupati Gowa, baru-baru ini.
Hadir mendampingi Bupati yakni Sekretaris Daerah Andy Azis, Kepala Dinas Pariwisata Gowa, Ari Mahdin dan stakeholder lainnya.
Sejumlah, hal dibahas meliputi kesiapan teknis, koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) hingga agenda-agenda yang akan digelar selama pelaksanaan event wisata tahunan tersebut.
Beautiful Malino, merupakan salah satu agenda wisata unggulan Gowa yang tahun ini kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).
Meski masuk KEN 2026, Pemkab Gowa menurunkan anggaran penyelenggaraan. Pada 2025, anggaran mencapai Rp1 miliar. Penurunan dilakukan sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah.
Untuk menjaga kemeriahan acara, Husniah mengundang keterlibatan pihak ketiga dan seluruh pemangku kepentingan agar tidak bergantung sepenuhnya pada APBD.
Selain itu, durasi kegiatan juga direncanakan lebih dipersingkat, sekitar 3 hari saja.
“Adanya efisiensi anggaran ini, kita harus bekerja sama dengan seluruh stake holder. Jangan bergantung sepenuhnya kepada pemerintah. Harapan saya beautiful Malino lebih semarak meski waktunya singkat,” harap Husniah.
Terpenting, imbuhnya lagi, warga masyarakat dapat menjaga kebersihan dan keamanan kawasan wisata Malino.
“Ini sabgat penting untuk meningkatkan kenyamanan dan rasa aman pengunjung,” pungkas Bupati Gowa.
Event berhengsi Beautiful Malino 2026 ini, mendapat dukungan kuat dari berbagai elemen masyarakat Tinggimoncong dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gowa.
Ekspektasinya, menjadi roda penggerak ekonomi, ajang mempromosikan pariwisata daerah, meningkatkan perekonomian dan pendapatan masyarakat lokal, kgusus ya sektor UMKM serta melestarikan seni dan kebudayaan Sulawesi Selatan.
Pada perhelatan Beautiful Malino kemarin, kunjungan meningkat signifikan, dengan mendatangkan 115.102 kunjungan dengan transaksi Rp11,3 miliar.
Sayang dibalik manfaat besar event BM tersebut, toh menuai sorotan dari sekelompok pemuda dari berbagai komunitas di Gowa.
Bahkan, dalam aksi menentang untuk memboikot penyelengaraannya
Alasannya, omzet atau pendapatan BM tahun kemarin tidak jelas peruntukannya.
Sementara, di sisi lain sejumlah komunitas pemuda dan masyarakat Kecamatan Tinggimoncong, terus mendorong untuk digelar karena sudah masuk dalam event nasional Kharisma Event Nusantara (KEN), yang merupakan program kepariwisataan ternama Kementerian Pariwisata RI.
Arifin, aktivis pemuda sekaligus putra asli Tinggimoncong menegaskan, jika BM ditiadakan maka siapa yang sebenarnya akan dirugikan? Pejabat kah? Pemerintahkah ? Atau justru pedagang kecil, petani hortikultura, pelaku UMKM, pemilik homestay, pengelola villa, sopir angkutan wisata, pekerja harian, dan masyarakat Malino yang selama ini menikmati perputaran ekonomi dari kegiatan tersebut.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk melihat fakta lapangan. Sejak Beautiful Malino dicanangkan perkembangannya sangat signifikan,” katanya.
Dampak lainnya, kunjungan wisata meningkat, investasi sektor wisata tumbuh, UMKM berkembang, dan pendapatan masyarakat Malino ikut bergerak naik.(red)
EDITOR : Muh Amir Gassing
Langsung ke konten














