banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
DAERAH

Hama Tikus Serang Ratusan Hektar Sawah di Pinrang

0
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM – PINRANG :

Selain Sidrap, Wajo dan Soppeng, andalan Sulsel sebagai penyanggah sekaligus produsen pangan terbesar yakni Kabupaten Pinrang.

banner 468x60

Pengakuan tersebut, diungkapkan Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi, saat melihat hasil panen raya yang dilakukan Kelompok Tani Makkaritutue II di Kabupaten Pinrang, seluas 35 hektare (ha) mencatat tingkat produktivitas mencapai 6,8 ton per ha,  Sabtu 11 April 2026.

Dikatakan, capaian ini mencerminkan kinerja positif sektor pertanian di daerah  di tengah berbagai tantangan produksi.

Wagub mengapresiasi, para petani yang tetap mampu menjaga produktivitas, meski menghadapi tantangan seperti serangan hama di sejumlah wilayah.

Fatmawati mengatakan, sektor pertanian Sulawesi Selatan memiliki peran penting sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

“Intinya, pemerintah terus memperkuat dukungan kepada petani melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur irigasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Pinrang Irwan Hamid menyampaikan, dengan luas lahan sekitar 54 ribu ha, produktivitas padi rata-rata mencapai 6 hingga 7 ton per ha, bahkan di beberapa lokasi dapat menembus 9 hingga 10 ton per hektare.

Terlepas apresiasi yang diberikan Wagub Sulsel dan Bupati Pinrang, toh rupanya tak sedikit Petani menjerit atas kegagalan panennya tahun ini.

Pasalnya, di dua kecamatan yakni Cempa dan Patampanua terdapat sekitar 232 hektar diserang hama.

Hama yang menyerang ratusan hektar tersebut,  jenis penggerek batang dan tikus.

Para petani panik, lantaran tanaman padi mereka kondisinya mengering dan mati.

“Sekitar 85 are, ini hasilnya saya dapat 19 karung. Biasanya bisa dapat 45 karung. Diserang penggerek batang,” keluh Jamil, seorang petani.

Diungkapkan, dirinya menerima kerugian pada musim panen pertama di tahun 2026 karena hasil panen tidak menutupi biaya saat penanaman dan perawatan padi.

“Gagal panen tidak, cuma rugi kita karena tidak menutupi biaya produksi. Karena sewa dompeng (traktor) saja itu Rp 2 juta per hektar, padahal harga gabah sekarang lumayan Rp 7.200 per kilo,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, diakui Kadis Pertanian Pinrang, Andi Sinapati Rudy.

Disebutkan, jumlah sawah yang terserang hama penggerek batang seluas 115 hekatre di Kecamatan Cempa.

Sementara, luas hama tikus sebanyak 117 hektare yang berada di Kecamatan Patampanua.(r/red)

KONTRIBUTOR : Alimuddin

REDAKTUR : Mustafa

 

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250