MEDIAAKTUAL.COM – SIKKA :
Aliansi Aktivis Mahasiswa Indonesia (AAMI) secara tegas menyoroti kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka yang dinilai lamban dan tidak responsif dalam menindaklanjuti dugaan kasus korupsi pada proyek pengadaan air bersih di Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka.
Proyek yang semestinya menjadi solusi atas krisis air bersih yang dialami masyarakat justru menyisakan kekecewaan mendalam. Berbagai laporan dan keluhan dari warga yang terdampak langsung telah mencuat, menyoroti indikasi kuat adanya praktik korupsi dalam pelaksanaan proyek ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tahap pertama bernilai Rp981 juta, dikerjakan oleh CV. Patas, perusahaan milik Pius Laka, yang tidak lain adalah saudara dari Fransiskus Laka, Direktur Perumda Wair Sikka.
Dugaan konflik kepentingan pun tidak dapat dihindarkan. Terlebih lagi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek tersebut, yakni Nyong Buyung Dakresano, kini telah berstatus sebagai terdakwa dalam kasus korupsi lain di wilayah Kabupaten Sikka.
Ironi berlanjut pada tahap kedua proyek yang dikerjakan pada tahun 2024.
Dengan skema swakelola oleh Perumda Wair Puan dan tambahan anggaran sebesar Rp2,5 miliar, proyek ini justru menuai hasil yang sangat jauh dari harapan.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pipa distribusi gagal menyalurkan air ke bak penampungan akibat mesin pompa yang tidak berfungsi.
Ini adalah bukti nyata dari buruknya perencanaan, pengawasan, dan dugaan kuat adanya penyimpangan anggaran.
Ketua Umum Aliansi Aktivis Mahasiswa Indonesia, Andrew, menyampaikan keprihatinan dan kekesalannya atas praktik yang dinilai sangat mencederai hati nurani rakyat.
“Sungguh miris melihat bagaimana hak dasar masyarakat yakni air bersih, justru dijadikan ladang bancakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.
Kerugian negara begitu besar, dan lebih dari itu, penderitaan rakyat seolah tidak menjadi prioritas. Ini jelas tindakan biadab yang harus dihukum seberat-beratnya,” tegas Andrew.
Aliansi Aktivis Mahasiswa Indonesia mendesak Kejaksaan Negeri Sikka untuk segera bertindak cepat, membentuk tim investigasi, dan membuka penyelidikan menyeluruh atas proyek bermasalah ini.
Keterlibatan pihak-pihak yang memiliki hubungan darah dengan pejabat publik dan indikasi penyalahgunaan wewenang harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
“Kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Tidak ada kompromi bagi pelaku korupsi, terlebih yang mengkhianati kebutuhan dasar masyarakat. Semua yang terlibat harus diadili dan dihukum sesuai hukum yang berlaku,” tutup Andrew.(red)
REDAKTUR : Rukli Rasyid OmCos
Langsung ke konten














