MEDIAAKTUAL.COM – MAKASSAR
Melihat kondisi wilayahnya, cukup prihatin dan memiriskan hati.
Pasalnya, di tengah pesatnya infrastruktur pembangunan dengan gedung-gedung megah, Makassar terbilang ‘wah’ dijuluki sebagai Kota Metropolitan.
Sayang, dibalik hingar-bingar kemajuan Kota Makassar, toh rupanya masih ada sebuah wilayah pemukiman penduduk yang termarginalkan bak ‘dianaktirikan’ tanpa atensi pemenuhan infrastruktur yang memadai, khususnya akses jalan maupun jembatan.
Fenomena tersebut, dirasakan warga masyarakat Kampung Romang Tangngaya Kelurahan Tamangaya Kecamatan Manggala Kota Makassar Sulsel.
Pasalnya, sekian puluhan tahun warga ‘berteriak’ dengan beragam penderitaan yang dirasakan, namun jarang digubris
Ironisnya, keluh-kesah warga Romang Tangaya itu sudah tak terhitung lagi disampaikan ketelinga Walikota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin.
Bahkan, jauh sebelumnya ‘jeritan’ warga pun beberapa kali telah menggerutu di kuping mantan Walikota Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.
Namun, responnya hanya tunggu-sabar dan sabar hingga beringsut pada kepemimpinan APPI-ALIYAH.
Yang disayangkan, Walikota Appi sudah beberapa kali nongol di Romang Tangngaya, yang berbatasan langsung wilayah Kabupaten Gowa.
Dari problema langganan banjir setiap tahun, infrastruktur jalan dan jembatan, sarana pendidikan dan keagamaan, semuanya sudah ditinjau Walikota tapi followup nihil.
Melihat kondisi kehidupan warga dan infrastruktur yang memprhatinkan, Appi lagi-lagi berjanji sebagai pengobat telinga masyarakat untuk segera membenahi.
Namun, janjinya bak angin laku tak kunjung terealisasi dan lebih memprioritaskan mega proyek Stadion Untia dan Jembatan Kaccia Barombong.
Kurang concernnya Pemkot Makassar tersebut, warga pun kecewa dibalut rasa dongkol tidak ketulungan.
Lebih menyayat hati, saat warga Romang Tangngaya berbondong-bondong mendatangi Masjid dan lapangan menunaikan Salat Idul Fitri 1447 H, warga terpaksa mandi peluh dengan melintasi akses jalan becek-berlumpur dengan menyusuri pematang sawah yang sempit dan licin serta dipenuhi duri semak belukar.
“Kodong ..kapanpi ini jalanan diperbaiki kodong. Lihatmi ini kondisinya Pak Wali becek-lumpur dimana-mana Pak. Mau cari jalanan alternatif, tidak ada juga. Ya terpaksa mami dilalui karena mau Salat Id, sessajaki,” sentil warga yang enggan ditulis namanya.
Mengonfirmasi hal akses jalan ini, Walikota Makassar terjesan irit memberikan tanggapan.
“Soal infrastruktur Romang Tangngaya Manggala sudah ditangani Dinas PU,” timpal Apoi singkat, saat dicegat di suatu acara pada Bulan Puasa Ramadhan.(red)
JURNALIS : Andi Diffank – Agusmeks
EDITOR : Saiful Ngemba
Langsung ke konten














