banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
SKANDAL

SPBU 74.923.07 Tarowang ‘Main Mata’ Mafia BBM Subsidi 

0
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM – JENEPONTO :

Aktivitas penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar marak terjadi dan berlangsung terang-terangan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, Rabu 18 Maret 2026.

banner 468x60

Ironisnya, kegiatan diduga ilegal itu sudah viral di media beberapa hari ini.

Namun, tetap beroperasi tanpa merasa bersalah patut diduga bekerja sama dengan pihak SPBU setempat.

Pasalnya, Manajer SPBU Tarowang diduga kebal hukum, tidak memikirkan kelangkaan pasokan solar yang merugikan masyarakat konsumen.

Sementara,  jarak antara SPBU dan lokasi penimbunan BBM, hanya sekitar 300 meter, cukup nyaman pemasok bolak-balik.

Perihal praktik tersebut, bermula dari aktivitas pemotor yang membeli solar menggunakan dua jerigen berkali-kali bolak-bakik, di SPBU Tarowang dengan Nomor Pertamina, 74.923.07.

Penunggang sepeda motor Beat, warna putih kuning, terlihat bolak-balik melakukan pengisian solar.

Jeda waktu kedatangannya terbilang singkat, memunculkan dugaan adanya pembelian berulang kali untuk tujuan ditimbun di kolom rumahnya.

Namun anehnya, pria ini atau konsumen, memegang nozzle, operator hanya berdiri tegak, sebagai mana terlihat di gambar.

Guna memastikan arah distribusi BBM subsidi itu, awak media mengekuti pergerakannya setelah pengisian terakhir.

Ternyata, sekitar 300 meter dari SPBU, pria tersebut berbelok ke ke kiri, dan berhenti di sebuah rumah milik Dg. Gau.

Menurut sumber yang enggan disebut namanya mengatakan, disitu memang rumahnya Dg Gau, sudah lama menimbun solar, tapi sampai sekarang belum ada teguran, dari pihak Polres Jeneponto maupun Polda Sulsel.

 “Anehnya lagi, biasaji ada polisi patroli di rumahnya Dg.Gau saya lihat, tapi tidak pernahji ditegur,” beber sumber itu.

Sementara, pemilik rumah, Dg.Gau hendak dikonfirmasi tidak berada ditempat SPBU.

Begitupun,  klarifikasi dari pihak-pihak belum ada yang memberikan keterangan resmi (red)

EDITOR : Rahman Samad

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250