MEDIAAKTUAL.COM – GOWA :
Sebagai salah satu proyek strategis yang menjadi pendukung utama Bendungan Bili-bili Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa, kini pemerintah kembali menghadirkan pembangunan proyek Bendungan Jenelata sebagai pengendali banjir.
Lokasinya, berada di Desa Tanakaraeng Kecamatan Manuju
Sayang, pasca dimulainya groundbreaking tahun 2023 lalu, realisasi pembebasan lahannya masih rendah.
Kendala tersebut, diamini Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang Heriantono Waluyadi bahwa progres konstruksi pembangunan Bendungan Jenelata di angka 27 persen.
“Yah…melihat progres pembebasan lahan Jenelata saat ini masih sebesar 13,87 persen,” ungkapnya.
Angka tersebut, terang Heriantono, terbilang masih rendah sementara target penyelesaian bendungan pada 2028.
Disebutkan, dari total kebutuhan lahan 1.772,28 Ha atau 2.991 bidang, lahan yang sudah bebas/terealisasi 238,92 Ha atau 855 bidang.
Total anggaran yang telah terserap baru sebesar Rp416,93 miliar.
“Tahun 2026 alokasi dana lahan yang tersedia saat ini sebesar Rp118 miliar. Sudah bebas tahun 2026 sebanyak 57 bidang atau luas 30,92 Ha, dengan nilai pembayaran Rp50,64 miliar,” rincinya.
Heriantono menegaskan, pihaknya optimis pembangunan Bendungan Jenelata masih sesuai jadwal.
Begitupun, imbuhnya lagi, masalah pembebasan lahan saat ini menjadi fokus utama terus digenjot agar pembangunan daerah genangan bisa segera dimulai.
“Untuk proyek ini memang diprioritaskan untuk kebutuhan area konstruksi bendungan dahulu. Sedangkan , untuk area genangan akan bertahap sampai 2028,” jelasnya.
Yang pasti, kata Heriantono, BBWS Pompengan Jeneberang selalu koordinasi dengan instansi terkait untuk penyelesaian konstruksi dan pengadaan tanah Bendungan Jenelata, agar selesai sesuai target di tahun 2028.
Sementara itu, Sekprov Sulsel Jufri Rahman menyebut berbagai upaya telah dilakukan demi menyelesaikan persoalan yang muncul di lapangan.(trit/red)
EDITOR : Mustafa
Langsung ke konten














