MEDIAAKTUAL.COM – MAKASSAR :
“Puasa Ramadan melatih self-control, meningkatkan fokus, serta membantu otak mengelola emosi dan stres dengan lebih baik”.
Hal tersebut, disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D, saat menghadiri ‘Ngopi di Bulan Ramadhan’ alias Ngopi Pendidikan di Bulan Ramadhan.
Kali ini, mengangkat tema “Puasa Ramadan dalam Perspektif Neuroscience Leadership.
Diskusi ringan namun sarat wawasan ilmiah tersebut, diadakan civitas akademika Universitas Negeri Makassar (UNM), dihelat di Rujab Rektor UNM, Sabtu 6 Maret 2026. Taruna Ikrar menjelaskan, perkembangan ilmu saraf modern memberikan pemahaman baru tentang bagaimana puasa tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap kesehatan otak, pengendalian emosi, serta peningkatan kemampuan pengambilan keputusan.
Menurutnya, hakikat Bulan Ramadan adalah momentum pembentukan karakter kepemimpinan yang matang secara intelektual, emosional dan spiritual.
“Puasa Ramadan melatih self-control, meningkatkan fokus, serta membantu otak mengelola emosi dan stres dengan lebih baik. Dari perspektif neuroscience, ini adalah proses pembentukan kepemimpinan yang kuat karena pemimpin sejati lahir dari kemampuan mengendalikan diri dan memahami orang lain,” paparnya.
Prof Taruna menjelaskan, kepemimpinan masa depan bukan hanya tentang kecerdasan rasional, tetapi juga tentang memahami bagaimana otak bekerja bagaimana emosi, motivasi, dan empati dapat diarahkan untuk menciptakan keputusan yang efektif dan manusiawi.
Sementara itu, Plt. Rektor UNM Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H, M.Hum menyampaikan apresiasi tinggi atas berbagi gagasan ilmiah yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai spiritual Ramadan.
“Kita semua dibekali perspektif ilmiah yang sangat inspiratif. Tak hanya memahami kepemimpinan bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual,” ungkapnya.
Setidaknya, terang Prof. Farida Patittingi, melalui dialog seperti ini akan memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat lahirnya gagasan besar yang bermanfaat bagi bangsa.
“Kami juga tengah melakukan transformasi menuju smart regulation, yakni sistem regulasi yang adaptif, transparan dan berstandar internasional untuk menyiapkan generasi pemimpin masa depan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Forum diskusi tersebut, dihadiri seluruh wakil rektor UNM, para dekan, guru besar, dosen, mahasiswa serta civitas akademika lainnya.
Usai dialog, dilanjutkan berbuka puasa bersama, dengan suguhan menu siap saji. Selanjutnya, menunaikan Shalat Magrib berjamaah.(red)
JURNALIS : Mansyur
EDITOR : Mustafa
Langsung ke konten














