MEDIAAKTUAL.COM – JAKARTA :
Konflik peperangan yang terus berkecamuk di Timur Tengah yaitu Zionis Israel-USA yang menginvasi Iran, menuai kecaman pro-kontra di dunia internasional.
Yang disayangkan publik, di tengah eskalasi geopolitik global yang tinggi, posisi Indonesia melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto justeru uring-uringan mengambil sikap tegas dan lebih memilih netral.
Rasa kesal sebagai negara yang mayoritas Muslim, memantik berbagai elemen masyarakat mengeritik dan menyentil sikap Prabowo yang Compromise Policy.
Belakangan, di tengah bara perang yang terus berlangsung, barulah Presiden Prabowo melalui Menlu Sugiono menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan militer.
Melihat ketegangan Open War yang kian brutal di Timur Tengah tersebut, membuat
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI HM.Jusuf Kalla (JK) angkat bicara.
Dia menilai, Indonesia semestinya berpihak pada Iran sebagai negara yang teraniaya
Ditegaskan, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia tidak seharusnya bersikap netral tanpa menunjukkan keberpihakan terhadap pihak yang menjadi korban serangan.”Mesti ada itu keberpihakan. Masa, kita berpihak ke Israel, masa kita berpihak kepada Amerika yang menyerang. Logikanya kita harus berpihak dong kepada negara Iran itu,” tegas Jusuf Kalla, saat menggelar Buka Puasa dan Shalat Tarawih bersama keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, Indonesia harus memiliki sikap terhadap negara yang teraniaya.
“Harus (Indonesia harus menyuarakan). Kita harus ada keberpihakan kepada negara yang diserang, negara yang teraniaya. Harus kita punya sikap,” pinta Big Bos Kalla Grup itu.
Dia menilai, jika Indonesia tidak memiliki sikap yang jelas dalam konflik internasional, hal tersebut dapat memengaruhi hubungan diplomasi dengan negara-negara di kawasan Asia maupun dunia Islam.
“Kalau tidak punya sikap, kita kehilangan diplomasi kerja sama dengan negara negara Asia, negara negara Islam sebagai penduduk Islam terbesar,” tandasnya.
Jusuf Kalla berharap, konflik internasional seharusnya dapat diselesaikan melalui forum internasional guna mencari jalan damai.(bs/red)
EDITOR : Mustafa
Langsung ke konten














