MEDIAAKTUAL.COM – GOWA :
Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, meninjau Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Bone Kecamatan Bajeng Gowa.
Wamen asal Limbung tersebut, didampingi Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang.
Untuk diketahui, KDMP di Desa Bone ini menjadi salah satu model penguatan ekonomi desa di Sulawesi Selatan. Pasalnya, koperasi ini dirancang sebagai pusat distribusi dan penggerak aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Bupati Husniah Talenrang, menilai keberadaan koperasi desa memberi peluang baru bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi lokal.
“Kalau koperasi desa berjalan baik, perputaran ekonomi bisa tinggal di desa. Itu yang kita dorong agar masyarakat mendapatkan manfaat langsung,” ujarnya
Menurut Bupati, koperasi desa dapat menjadi simpul distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha bagi warga.
Husniah pun berharap, skema ini dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap distribusi barang, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat kemandirian ekonomi desa.
“Harapannya koperasi ini menjadi ruang tumbuh usaha masyarakat desa, dari distribusi barang sampai penguatan usaha kecil,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Dzulfikar Ahmad Tawalla menyampaikan bahwa KDMP di Desa Bone termasuk yang paling cepat berkembang di Sulawesi Selatan.
“Dalam dua kali kunjungan, progresnya sangat baik. Inisiasi Koperasi Merah Putih di Desa Bone menjadi salah satu yang pertama tuntas di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.
Dikatakan, koperasi desa memiliki posisi penting dalam rantai pasok ekonomi nasional.
Selama ini, katanya, sebagian besar distribusi barang berada di tingkat perusahaan besar, sementara desa sering hanya menjadi konsumen.
“Nilai bisnis rantai pasok di Indonesia mencapai sekitar dua ribu triliun rupiah. Kita ingin masyarakat desa ikut mengambil bagian dari perputaran ekonomi itu,” harap Dzulfikar.
Sebagai penguatan jaringan koperasi, juga direncanakan pembentukan Kedai Dusun Merah Putih di enam dusun di Desa Bone. Kedai ini, akan menjadi unit distribusi yang terhubung dengan koperasi desa sebagai pusat pengelolaan.
Dengan model tersebut, koperasi dapat lebih berfungsi sebagai penggerak aktivitas ekonomi di tingkat dusun. Bukan hanya berfungsi sebagai lembaga administrasi
Turut hadir, beberapa pimpinan OPD, Camat Bajeng bersama Tripika Kecamatan Bajeng, Pemuka Agama, tokoh masyarakat/pemuda dan para pengurus koperasi.(red)
KABIRO : Muh Yusuf
Langsung ke konten














