banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
OLAHRAGA

‘Ayam Timur Tak Lagi Jantan’

0

Oleh : AM.Sukardi Tahir (Pemimpin Redaksi)

banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM – MAKASSAR :

‘Bola itu bundar’. Pameo itu, dalam sepak bola memang tidak bisa diprediksi sebelum hasil akhir.

banner 468x60

Tetapi, jika sebuah tim dari awal starnya sudah tertatih-tatih, lebih banyak kalah ketimbang menangnya maka ungkapan ‘bola itu bundar’ sulit dijadikan alasan pembenaran.

Fenemona itulah, setidaknya dialami PSM Makassar yang saat ini posisinya di klasemen sementara sudah sangat rawan bahkan kritis untuk bertahan di BRI Liga 1.

Bisa dibayankan, hasil racikan Coach Thomas Trucha, dari 10 laga terakhir, Juku Eja hanya meraih satu kemenangan, delapan kali kalah dan satu imbang.

Kondisi tersebut, semakin membenamkan asa dan mimpi Pasukan Ramang untuk meraih kemenangan dalam menambah pundi-pundi gol.

Bagai telur diujung tanduk, itulah problema krusial dialami Tim Juku Eja yang secara beruntun menelan kekalahan memalukan -terjebak dalam tren negatif di Super League tahun 2025-2026.

Catatan buruk, saat ini PSM tertahan di peringkat 13 dengan 23 poin, hanya berjarak lima angka dari zona degradasi yang dihuni Persijap Jepara.

Performa naik-turun memang menjadi ‘PR’ berat bagi manajemen PSM untuk melakukan evaluasi, baik kepada pemain lebih-lebih terhadap ketidak-konsistenan  Thomas Trucha menerapkan taktik dan strategi sebagai pelatih profesional .

Intinya, untuk menyelamatkan diri tidak karam dan terbenam di zona degradasi Liga 2 Pegadaian, PSM menghadapi laga laga-laga selanjutnya, tidak ada jalan lain, satu kata, harus menang absolut.

Tidak boleh lagi berkelit, saling menyalahkan apalagi cuci tangan, baik faktor teknis maupun nonteknis

Yang disesalkan para pemerhati, praktisi maupun supporter bola di Sulsel, Pelatih Tomas Trucha, mengakui  masalah utama timnya ada pada penyelesaian akhir atau mengonversi peluang menjadi gol (finishing touch).

Juga, kemampuan passing, controlling, dribbling, shooting, heading, tackling maupun throw-in.

Beberapa kekurangan itu, justeru kurang dibenahi dan ditajamkan.

Justeru, beberapa laga yang dilewati selama ini kerap menerapkan pola serba ‘menguji’ di lapangan bak kelinci percobaan.

Artinya, Coach Trucha amat tahu persoalan bukan pada lini belakang, melainkan efektivitas serangan hingga membuat PSM kelimpungan dan jadi ‘bulan-bulanan’ gaya permainan lawan yang terorganisir rapi, akselerarif dan dinamis.

Akankah ada perubahan signifikan dilakukan Sang Pelatih saat menjamu laga Persita Tangerang di Stadion BJ Habibie Parepare awal Maret 2026.

Jawabnya, ada pada komitmen para pemain khususnya Coach Thomas Trucha.

Jika tidak, jangan heran para penggemar bola Klub tertua di Indonesia itu akan berpaling dan jargon kultural yang kerap digaungkan ‘Siri Napacce’ pun redup dan sirna dengan sendirinya.

Setidaknya, spirit dan ekspektasi besar PSM untuk menang di setiap laga akan menentukan ‘nasibnya’ bertahan di Liga 1 mendatang.

Jika buntung maka PSM Makassar pasti dianggap bukan lagi Tim kuat dan disegani sebagai Ayam Jantan dari Timur, melainkan  ‘Ayam Timur yang Tak lagi Jantan’.

Betul apa betul, semoga tidak, Ewako….!!

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250