banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
HUKUM & PERADILAN

Tragis, Polisi ‘Bunuh’ Polisi di Asrama Polda Sulsel

0
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Lagi, nama institusi kepolisian kembali tercoreng.

banner 468x60

Kai ini, yang menodai nama baik kepolisian justeru dari internal sendiri sebagai Anggota Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sulsel.

Kasusnya, polisi aniaya polisi berujung tewas !

Korbannya bernama Bripda Dirja Pratama (18) dan terduga pelaku utama adalah seniornya yakni Pirman.

Keduanya, sama-sama berpangkat Bripda dan berasal dari Bugis.

Korban DP, kelahiran Kabupaten Pinrang dan pelaku PR dari Kabupaten Wajo.

 Peristiwa tragis, diduga begitu singkat terjadi pada Minggu (22/2/2026) subuh, di asrama Samapta yang berlokasi di dalam lingkungan Mapolda Sulsel.

Ironisnya, beberapa jam sebelum dikabarkan meninggal, Bripda DP sempat menelepon ibunya Sumarni, meminta dibawakan makanan khas Pinrang yaitu bebek-itik nasu Palekko untuk berbuka puasa bersama.

Mirisnya, sekitar pada pukul 07.00 Wita, keluarga justru menerima kabar bahwa korban telah dilarikan ke RSUD Daya Makassar dan dinyatakan meninggal dunia.

Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, yang juga merupakan personel Polres Pinrang, mengungkapkan kejanggalan sejak awal kematian putranya.

Disebutkan, terdapat sejumlah luka memar di tubuh Bripda DP, mulai dari bagian perut, dada dekat leher yang menghitam, hingga darah yang terus keluar dari mulut.

Ket.Gambar : Korban penganiayaan Bripda Dirja Pratama di Asrama lingkungan Polda Sulsel.

————————————————-

Kejanggalan itulah, ortu dan keluarga sepakat dilakukan otopsidi RS Bhayangkara Makassar.

Walhasil, kerja cepat Polda Sulsel, hanya dalam 1×24 jam, terduga pelakunya terkuak.

Pada gelaran Konferensi Pers di Polees Pinrang, sekaligus melayat di rumah korban di Desa Olincara Kec.Patampanua, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani mengatakan, pihaknya resmi menetapkan Bripda Pirman sebagai tersangka utama.

Menurutnya, penetapan status tersangka ini dilakukan setelah penyidik menemukan kesesuaian antara keterangan pelaku dengan hasil pemeriksaan medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulsel.

Kapolda menegaskan, tindakan kekerasan pelaku tersebut terbukti melalui sinkronisasi data lapangan dan keterangan ahli.

“Kesesuaian itu dari keterangan memukul bagian kepala korban dan bagian tubuh lainnya, ini sudah sinkron,” ungkapnya.

Saat ini, terang Djuhandhani tengah memeriksa lima anggota Polri lainnya yang diduga kuat ikut terlibat dalam peristiwa ini.

Ket.Gambar : Inilah tampan terduga pelaku Bripda Pirman, ditetapkan sebagai tersangka.

————————————————–

‘Tidak akan ada toleransi bagi anggota yang melanggar hukum. Para pelaku akan menghadapi dua jalur hukum sekaligus, yakni peradilan umum (pidana) dan sidang kode etik profesi,” tegasnya.

Kapolda pun berjanji, tidak akan kompromi atau memberikan kebijakan kepada anggota yang melanggar aturan, baik itu disiplin, etika maupun pidana akan ditegakkan.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendi meyakinkan masyarakat terkhusus bagi keluarga korban, untuk memastikan mengusut tuntas kasus ini dengan menegakkan aturan sesuai aturan yang berlaku.

“Tidak ada yang kita tutup-tutupi, dan semuanya terbuka secara transparan,” pungkasnya

Usai disemayamkan di rumah duka, selanjutnya dilakukan upacara pelepasan pemakaman menuju tempat peristrahatan terakhirnya.(red)

JURNALIS : Muh Said

EDITOR : Mustafa – Saiful Ngemba

 

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250