MEDIAAKTUAL.COM – MAKASSAR :
Baru sekitar sebulan aman, aksi tawuran kelompok warga Kampung Sapiria dan Layang Kandea Kec.Tallo Makassar, kembali pecah di area Kanal-Jembatan Kandea, Jumat 30 Januari 2026.
Mirisnya, bentrok ini meregang satu nyawa bernama Basir Daeng Ngalle (40) akibat terkena busur dibagian dada .
Beberapa warga di TKP mengatakan, sejumlah pemuda dari Kampung Layang disebut melakukan penyerangan ke warga di Kampung Sapiria.
“Anak Layang memang masuk di sini, mau dia bakar mobil, ada dua mobil disini,” ungkapnya.
DisebutKan, sekitar enam orang pemuda dari Kampung Layang yang melakukan penyerangan.
Para pelaku membawa bahan bakar minyak (BBM) dan senjata tajam jenis busur panah.
“Mereka bawa bensin, jumlahnya ada 6 orang, semua bawa busur panah dan langsung menyerang memang,” bebernya.
Lanjut, warga yang enggan ditulis namanya menceritakan, saat terjadi keributan korban keluar dari rumahnya berniat untuk melerai.
Namun, korban justru terkena busur panah dari kelompok penyerang.
“Itu korban sebenarnya nanti sudah ramai perang baru dia keluar (datang). Dia mau suruh mundur anak-anak yang perang, menghalau begitu, eh tidak lama, dia kodong yang kena disitu,” jelasnya.
Kapolsek Tallo AKP Asfada membenarkan terkait bentrokan dua kelompok warga tersebut.
“Yang korban itu meninggal di rumah sakit Anggota kita masih mengidentifikasi para pelaku)l,” katanya.
Seentara itu, Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana mengatakan,pasca bentrokan pihaknya menurunkan tim gabungan Unit Jatanras Polrestabes Makassar, Resmob Polda Sulawesi Selatan dibantu personel Polsek Tallo untuk mengamankan lokasi sekaligus mengantisipasi tawuran susulan.
“Kami mengimbau agar masyarakat tetap tenang, (tidak terprovokasi) percayakan kepada kepolisian. Mudah-mudahan (penempatan personil) kondisinya sudah kondusif,” tuturnya.
Peristiwa tawuran di kawasan Sapiria, Borong Taipa dan Layang Kandea, bukan kali ini terjadi.
Namun, beberapa waktu lalu, sejumlah rumah dibakar, kendaraan dirusak hingga menimbulkan korban jiwa.
Konflik berkepanjangan antar kelompok warga di Kecamatan Tallomini, sudah berlangsung lama sejak 1989 silam.(red)
KORLIP : Agusmeks
EDITOR : Saiful Ngemba
Langsung ke konten














