banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
PENDIDIKAN

SDN Pannara Sesalkan Merebaknya Berita Hoax

0

Kepsek Mantahir : Tak Ada Pemaksaan Membeli Seragam

banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM – MAKASSAR :

“Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menerpanya”.

banner 468x60

Sepertinya, pepatah yang tepat untuk menilai kasus hoax yang belakang beredar di pendidikan dasar ini.

Adalah seorang kepala sekolah muda berprestasi dari SD Negeri Pannara yang mendapat kerugian akibat berita Hoax. Sebuah unggahan facebook yang dikirim oleh akun bodong, membahas mengenai pemaksaan pembelian seragam untuk ikut lomba pramuka.

Didalam unggahan tersebut, menuduh hal hal yang menjelekkan nama sekolah beserta kepala sekolah.

Unggahan menyesatkan itu, diupload tanpa ada konfirmasi dari narasumber terkait.

Padahal, aturan dasarnya mengeluarkan pendapat adalah informasi, data, fakta, lalu opini.

Dunia pendidikan, memang tidak bisa lepas dari hal hal hal hoax seperti ini.

 Akan selalu ada oknum oknum yang mencoba mencari celah keuntungan dari berita berita yang belum tentu benarnya. Nah, Menanggapi isu hoax yang beredar belakangan ini kepala sekolah menanggapinya dengan mengatakan bahwa silahkan konfirmasi dengan pihak orang tua tentang adanya berita pemaksaan pembelian seragam untuk ikut lomba.

Dan, setelah dikonfirmasi di beberapa orang tua ternyata memang dari awal hal itu sudah menjadi kesepakatan bersama para orang tua untuk menanggung seragam tersebut.

 Orang tua merasa bahwa itu adalah harga yang harus dibayar untuk mengikuti lomba. Apalagi, jika mengenai seragam yang notabenenya adalah benda pribadi yang akan dimiliki nantinya.

Keberadaan Dana BOS digunakan dalam hal mengelola urusan seperti uang pendaftaran, biaya konsumsi, transportasi serta biaya biaya fundamental sekolah lainnya.

Tidak semua kegiatan sekolah langsung dari dana BOS.

Ada beberapa point dalam juknis yang memang mengatur hal ini.

Maka dari itu, Keputusan orang tua ini diambil Tanpa ada campur tangan atau paksaan dari pihak sekolah demi masa depan dan pengalaman anaknya.

Bahkan, kepala sekolah sendiri siap dan sukarela mengeluarkan dana pribadi Rp. 100.000/anak demi kelancaran lomba. Namun, tetap saja isu yang ada seakan akan ada pemaksaan yang menjelekkan nama baik sekolah dan kepala sekolah.

Sejak tahun lalu, ketika SD Negeri Pannara dinakhodai oleh Kepala Sekolah Mantahir, S. Pd., M. Pd. memang terdapat begitu banyak perubahan yang signifikan.

Mulai dari pemindahan gerbang pagar sekolah demi lebih efisien, penyatuan lapangan agar lebih luas, pemindahan kantin untuk lebih rapi, perbaikan kantor serta ruangan lainnya agar lebih modern. Bahkan, salah satu gebrakan hebatnya, Perpustakaan Pannara baru di dirikan diawal awal kepemimpinannya.

 Yang selama bertahun-tahun tak ada perpustakaan di sekolah tersebut.

Program andalannya adalah Pramuka dan Literasi.

 Hal ini, ditunjang oleh para pembina pramuka yang berjumlah 4 orang.

Semua sudah mengikuti KMD dan KML. Salah satu jumlah pembina yang terbanyak diantara sekolah sekolah dasar yang ada di Makassar.

Adapun buku buku yang terdapat di perpustakaan pun adalah buku buku yang diseleksi ketat.

Bahkan, menurut kepala sekolah yang seorang penggemar berat novel novel tere liye tersebut berpesan bahwa jangan masukkan buku ke perpustakaan yang bahkan anda sendiri tidak baca.

Masukkanlah buku yang anda sendiri sudah baca. Inovasi kepala sekolah terhadap murid muridnya bahwa Pramuka membentuk karakter, literasi mengolah kecerdasan.

Adapun isu isu lain yang ada pada berita hoax tersebut sangat tidak benar adanya.

Semua itu adalah upaya oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menurunkan citra sekolah dan citra kepala sekolah.

Apalagi, di masa masa penggantian kepala sekolah seperti saat ini. Semua sarat akan kepentingan beberapa pihak.

 Nah, apakah praktik praktik menjelekkan citra seseorang dengan hoax seperti ini akan terus dibiarkan.??

JURNALIS : Mansyur

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250