MEDIAAKTUAL COM – PANGKEP :
Memasuki sepekan, sejumlah serpihan jatuhnya Oesawat ATR 42-500 di lembah curam Gunung Bulusaraung Kecamatan Balocci Pangkep Sulsel, telah ditemukan Tim SAR Gabungan.
Untuk sementara, penemuan jumlah jumlah korban baru dua orang, dipastikan berjenis laki-laki dan perempuan yang merupakan cru pesawat.
Kendalanya, selama ini Tim SAR Gabungan harus berjibaku menghadapi dengan kondisi cuaca yang ekstrem.
Dari medan terjal, ditambah hujan terus mengguyur disertai hembusan angin yang sangat kencang dan diselimuti kabut tebal membuat petugas lamban dan kesulitan melakukan pencarian korban yang dipredikasi sudah meninggal dunia.
Guna memksimalkan pencarian korban lainnya, Polda Sulsel mengerahkan anjing pelacak atau K-9 asal Belanda untuk membantu menyisir lokasi yang sulit dijangkau.
Kepala Unit (Kanit) Polsatwa Ditsamapta Polda Sulsel, Iptu Samuel Ary, mengatakan pelibatan K-9 dilakukan untuk mempercepat proses pencarian di medan ekstrem yang didominasi hutan lebat dan kontur terjal.
“Kami datang ke sini untuk ikut membantu proses pencarian korban pesawat ATR 42-500,” ungkapnya.
Samuel mengatakan, anjing pelacak yang diterjunkan memiliki kemampuan khusus dalam mendeteksi keberadaan korban bencana.
Anjing K-9 tersebut, juga bukan kali pertama dilibatkan dalam operasi kemanusiaan.
“Anjing ini jenis Dutch Shepherd dari Belanda, umurnya 4 tahun. Sebelumnya, juga pernah kami turunkan saat bencana longsor di Toraja,” katanya.
Meski Polda Sulsel memiliki total tujuh ekor anjing pelacak, saat ini baru satu ekor yang diturunkan ke lokasi.
Pertimbangan, cuaca menjadi alasan utama pembatasan jumlah K-9 yang diterjunkan.
“Sementara kita bawa satu ekor dulu, mengingat cuaca masih kurang mendukung. Nanti kalau cuaca sudah mulai membaik, kita akan kerahkan lagi,” jelas Samuel.
Kondisi geografis Gunung Bulusaraung yang curam, tertutup vegetasi lebat, serta kerap diselimuti kabut tebal menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencarian.
Iptu Samuel berharap, kehadiran K-9 bisa mampu membantu menemukan petunjuk penting maupun keberadaan korban di sekitar titik jatuhnya pesawat yang disewa Kementerian KKP dengan penerbangan rute Yogyakarta-Makassar.(bs/red)
KONTRIBUTOR : Abdurrahim
EDITOR : Haji Tajuddin
Langsung ke konten














