MEDIAAKTUAL.COM – BANTAENG :
Bisa dibayangkan, ketika ingin berbelanja memenuhi kebutuhan hidup keluarga, sementara duit tak ada, pastilah stres tidak ketulungan.
Fenomena itulah, dirasakan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng, dimana hingga medio Januari 2026 ini gajinya tak kunjung cair alias diterima melalui rekeningnya masing-masing.
Telatnya penerimaan gaji tersebut, sepertinya menjadi pemecahan rekor buruk karena sejarah mecatat barulah di pemerintahan Fathul Fauzy – Sahabuddin ini bikin ASN resah, kesal bahkan meringis dengan mimik geram.
Padahal, selama ini gaji ASN selalu dibayarkan tepat waktu, bahkan kerap cair sebelum pertengahan bulan.
Sejumlah ASN yang enggan disebut namanya mengakui, keterlambatan gaji ini sangat berdampak terhadap kondisi ekonomi keluarga.
Pasalnya, kata dia, tersendatnya gaji bulanan sangat berimbas pada pemenuhan hidup sehari-hari.
“Kalau begini terus, apa yang mau dibelanja. Orang mau hidup, mau bayar cicilan, biaya pendidikan anak, belanja dapur, ini dan itu. Kita semua heran, kok kinerja dan sistem administrasi pengelolaan gaji ini serampangan sampai mandek-mandek. Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan, jangan sampai bulan depan berlanjut, itu bisa lebih parah lagi. Deh…deh, nginrang makissede’ rigaddea,” keluh ASN.
Paling krusial, belanja pegawai merupakan belanja wajib dan mengikat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Salah seorang pemerhati ekonomi dan sosial menilai, jika keterlambanan gaji ini tidak disikapi dini oleh Pemkab Bantaeng maka akan berdampak pada menurunnya kinerja ASN maupun kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Efek lainnya, juga berpotensi menimbulkan efek domino, mulai dari tunggakan kredit, keterlambatan pembayaran kebutuhan rumah tangga, hingga menurunnya daya beli di tingkat lokal.
Para ASN berharap, pemerintah daerah segera memberikan penjelasan terbuka serta kepastian waktu pembayaran gaji agar keresahan tidak terus berlanjut dan aktivitas pelayanan publik dapat berjalan normal.
Sampai berita ini tayang, Pemkab Bantaeng belum memberikan keterangan resmi sebab musabab hingga terjadi keterlambatan gaji tersebut.(red)
EDITOR : Mustafa
Langsung ke konten














