banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
HUKRIM

Korban Rudapaksa Dibalas Jasad Pelaku Diarak Keliling

0

Tragedi Maut di Dusun Taipakodong Tompobulu

banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM – GOWA :

Ngeri dan sadis. Itulah kasus tindak kekerasan yang terjadi di Parang-parang Talau Kelurahan Cikoro Tompobulu Kabupaten Gowa Sulsel, Rabu 3 Nopember 2025.

banner 468x60

Video viral dijagat maya itu, berawal dari perbuatan bejat pelaku berinsial AL (32) tega merudapaksa seorang wanita difabel alias penyandang disabilitas berinisial T (37).

Saking bengisnya pelaku menggerayangi tubuh korban, akhirnya menjalani perawatan di.RS Syekh Yusuf Sungguminasa.

Pasca kejadian, pelaku kabur menyembunyikan diri.

Ket.Gambar : Wanita difabel yang menjadi korban pemerkosaan menjadi perawatan medis di RS.Syekh Yusuf.

—————————————–

Dan keluarga besar pihak korban yang enggan dipermalukan karena menjunjung tinggi nilai budaya namanya ‘SIRI’ berupaya mengendus jejak pelaku.

Selama beberapa hari, keluarga korban dari tiga kampung yaitu Cikoro, Rappoala dan Rappolemba, berkumpul mencari keberadaan AK.

Hari naas bagi pelaku pun datang. Pasalnya, AKL kepergok ditangkap massa ratusan orang, tepatnya di Dusun Taipakodong Desa Rappoala.

Dalam video yang beredar luas, tampak pelaku dihadang warga sambari merangkul badan dan menjepit kepalanya.

Pelaku berbadan tinggi semampai itu, berupaya mengenakan celana training spark hitam, jaket abu-abu dan penutup kepala kaos ala ninja.

Penangapan tersebut, memicu amarah dan gejolak massa yang tak mampu diredam.

Kedua tangan dan kaki pelaku diikat erat. Sadisnya, sejumlah informasi yang beredar,  ANUNYA pelaku (alat vital) dipotong termasuk ada sayatan darah terlihat ditubuhnya.

Belum puasa melihat pelaku tewas, ratusan massa pun mengarak keliling kampung bak orang kampanye dengan cara menyeret dengan seutas tali yang ditarik sepeda motor.

Setelah diseret, tampak divedio lain, jasad pelaku ditarik menggunakan bambu oleh massa dari keluarga korban.

Kapolres Gowa AKBP Aldy Sulaiman membenarkan kasus pemerkosaan hingga terjadi amuk massa yang menewaskan pelaku.

“Saat ini, kondisi di TKP sudah kondusif. Personel yang kita kirim melibatkan tim kesehatan dari Dokkes Polres Gowa untuk keperluan visum, Sat Samapta, Sat Reskrim, Sat Intelkam, Sat Binmas dan Polsek Tompobulu. Jasad pelaku pun sudah dievakuasu, tinggal menunggu hasil penyelidikan dan proses hukum selanjutnya,” katanya.

Terlepas dari persoalan menegakkan ‘SIRI’ yang dilakukan massa, memantik beragan persepsi di tengah masyarakat, khususnya di Kecamatan Tompobulu.

Pasalnya, ada yang menilai perlakuan massa itu sangat tidak manusiawi dan main hakim sendiri, yang seharusnya dipercayakan kepada aparat penegak hukum.

Di sisi lain, ada yang berpendapat bahwa amarah massa warga yang berkecamuk itu karena kekesalan mendalam atas perilaku pelaku yang tidak senonoh sehingga balasannya dianggap sudah setimpal.

Dari tragedi maut ini, setidaknya menjadi pelajaran berharga bagi kaum laki bahwa jika nafsu syahwat memuncak, janganlah “kencing’ sembarangan tapi mending tertahan sementara jadi prostat, dari pada besar konsekuensinya, Nah…betul apa betul?(bs/red)

KORLIP : Agusmeks

REDAKTUR : Muh Amir Gassing

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250