MEDIAAKTUAL. COM – MAKASSAR :
Belum sepekan Kapolda Sulsel menggelar Jumpa Pers terkait hasil operasi Tim Gabungan meredam pertikaian perang antar kelompok di Kampung Sapiria, Borta dan Lembo, khususnya di area pekuburan Beroanging Pannampu Tallo, kini tawuran kembali pecah, Selasa 18 Nopember 2025
Sadisnya, konflik berkepanjangann tersebut tidak lagi sekedar main busur-busuran tapi kelompok yang berseteru ini sudah overhinking, nekat saling balas membalas dengan membakar rumah.
Insiden pembakaran sekirar 7 rumah warga itu, diduga kuat dipicu meninggalnya seorang warga atau dikenal Panglima Perang Sapiria bernama Nursyam Dg.Sutte alias Civas (40).
Korban, terkena peluru senapan angin saat tawuran, sehari sebelum aksi pembakaran.
“Iya memang ada yang ada meninggal saat tawuran. Kasusnya sementara kita lidik apakah pembakaran rumah ini,ara kaitannya dengan meninggalnya Sutte,” ujar Kapolsek Tallo Kompol Syamsuardi.
Beberapa warga di sekitar lokasi mengatakan, api dengan cepat membesar dan menghanguskan tujuh rumah.
Petugas Damkarmat Makassar mengerahkan 15 armada dari pos Ratulangi dan Ujung Tanah.
Sayangnya, dalam proses pemadaman mengalami kendala gegara tawuran masih terjadi.
Kedua kubu saling menyerang menggunakan anak panah busur, petasan, bom molotov, dan senapan angin.
Kabid Ops Damkar Makassar Cakrawala menduga, musibah kebakaran diduga disengaja, berdasarkan temuan jeriken berisi bahan bakar di salah satu rumah yang terbakar.
Terkait korban jiwa, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian.
“Kita himbau tokoh masyarakat dan orang tua untuk mengawasi anak-anak agar tidak terlibat tawuran yang merugikan banyak pihak. Hingga kini, aparat bersenjata lengkap masih disiagakan di sekitar lokasi untuk mencegah tawuran susulan,” tukasnya.
Aksi bentrokan antar kelompok di lokasi pekuburan itu, pihak kepolisian sudah berkali-kali mendamaikan namun tetap terjadi.
“Kuncinya, yang bisa menghentikan tawuran adalah dari kesadaran warga masyarakat itu sendiri,” pungkas Devi.(red)
JURNALIS : Andi Dirfan – Sallyro
EDITOR : Saiful Ngemba – Amir Gassing
Langsung ke konten














