banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
PEMERINTAHAN

Benang Kusut TPA Tamangapa, Bau dan Kubangan !

0
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM – MAKASSAR : 

Musim kemarau saja sudah menyiksa, apalagi hujan terus mengguyur berdampak genangan air (Banjir).

banner 468x60

Kondisi itulah, yang terjadi saat ini di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Tamangapa Kecamatan Manggala Makassar Sulsel.

Mobil kebersihan berasak-asak mengantri panjang, lumpur bak kubangan dan bau menyengat, sungguh merusak pemandangan setiap saat lantaran lambannya Pemkot Makassar, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup maupun Dinas PU, menyikapi untuk menganggarkan pada APBD Perubahan 2025.

Benang kusut di TPA Tamangapa ini, bukan lagi semata terkendala DUIT tapi butuh komitmen alias political will dari Pemkot Makassar karena kejorokannya sudah berlangsung lama.

Beberapa pengguna jalan yang melintas maupun tokoh masyarakat yang bermukim di seputar area TPA, sudah merasa muak, gerah dan geram mengingat limbah busuk sangat menggangu kesehatan warga.

“Waduh …setiap hari saya melintas dekat pintu masuk TPA. Bayangkan, kalau hujan lebat didalam lokasi belepotan-berlumpur sana-sini. Praktis mobil harus antri bak mengular sampai di jalan raya. Inilah yang meresahkan masyarakat,” keluh warga yang enggan ditulis namanya.

Lantas kapan pembenahannya ? Kadis DLH Makassar Helmy Budiman, justeru menyarakan ke Dinas PU untuk mengetahui secara tekhnis, terutama perbaikan infrastruktur atau akses jalan TPA.

Di sela-sela mendampingi Walikota Munafri Arifuddin, pada peninjauan lokasi TPA, Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir mengakui tim telah melakukan uji sondir di lapangan

Uji sondir tersebut, katanya, dilakukan untuk mengetahui daya dukung dan karakteristik tanah.

Uji sondir adalah metode pengujian tanah yang dilakukan untuk menganalisis daya dukung tanah dan mengetahui kedalaman lapisan tanah keras.

Pengujian ini, terang Kadis, dilakukan dengan menusukkan alat berbentuk kerucut (konus) ke dalam tanah secara bertahap dan mengukur tahanan terhadap ujung konus serta hambatan gesekan selubung konus.

“Rencananya, akses akan dibangun dengan konsep jalan layang mengingat kepadatan tanah di area TPA tak memungkinkan,” terang Zuhaelsi Zubir.

Dikatakan, hasil uji tersebut, tanah keras TPA berada di kedalaman 30 meter karena tertumpuk sampah.

“Jadi tidak bisa dibeton langsung karena tekstur tanahnya lembek, jangan sampai tenggelam atau tertimbun sampah jika dilalui armada sampah setiap hari,” jelas Kadis PU.

Rencananya, kata dia, puluhan tiang pancang akan berdiri untuk menopang jalan layang di TPA.

Jalanan tersebut, dibangun sepanjang 200 meter dengan lebar 6 meter, debgan mengalokasikan anggaran Rp9,6 milliar untuk pembangunan jalan pada APBD Pokok 2026.

Pertanyaannya, apakah rencana tersebut bakal terealisasi atau kembali berulang sekadar janji-janji ‘semu’ pengobat ‘telinga’ masyarakat ?

Nah…kita tunggu saja komitmen Walikota Appi, jangan sampe ‘Ingkar’ lagi seperti janjinya iuran sampah GRATIS pada kampanye politiknya yang lalu, toh kenyataannya nonsens ! (red)

KORLIP : Mansyur

EDITOR : Saiful Ngemba – Mustafa

 

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250