MEDIAAKTUAL.COM – MAKASSAR :
Organisasi KNPI bekerjasama Pemkot Makassar menggelar acara Doa Bersama Untuk Makassar, berlangsung di Tribun Lapangan Karebosi, Selasa 2 September 2025 malam.
Suasana haru dan khusyuk itu, tampak menyembul dibenak masing-masing ribuan jamaah yang hadir.
Apalagi, tampil elegan Ustadz kondang di tanah air yaitu Das’ad Latif sebagai pemberi tausiah.
Hadir, Walikota Makassar H. Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Hj. Alyah Mustika Ilham serta Forkopimda, para pimpinan OPD, Camat, Lurah, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, tomas/pemuda, organisasi keagamaan, Satlinmas, para Plt.RT/RW se Kota Makassat dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.
Doa Bersama untuk MAKASSAR-TA ini mengusungengan tema “Menolak Bala, Merawat Damai, Menjaga Kota Mulia”.
Kegiatan ini, sebagai refleksi dan perenungan atas duka mendalam pasca insiden maut terjadinya kerusuhan pada 29-30 Agustus lalu.
Dihadapan ribuan jamaah, Walikota Munafri Arifuddin mengatakan, para korban meninggal bukan karena kesalahan mereka, melainkan akibat ulah segelintir oknum tidak bertanggung jawab yang merusak keamanan dan kedamaian kota.
“Makassar ini bukan cuma sebuah kota. Makassar adalah tempat kita hidup, mencari nafkah, dan membesarkan anak-anak kita. Tidak ada yang harus melukai kota ini,” tegasnya.
Appi, sapaan akrab Walikota
mengajak warga memohon agar Allah SWT segera mengangkat cobaan dan mengembalikan kondisi kota menjadi aman serta damai.
“Kita tidak mau kota ini mencekam, kita tidak mau kota ini carut-marut. Kita mau Makassar tetap menjadi kota yang aman dan damai, tempat di mana berbagai agama dan suku hidup berdampingan dengan toleransi yang baik,” harapnya.
Melalui Doa Bersama ini, imbuh Walikota, akan meneguhkan kembali persatuan dan komitmen masyarakat untuk menjaga Makassar sebagai kota yang harmonis, penuh kedamaian dan layak disebut kota mulia.
Sementara itu, FKUB mendorong seluruh majelis keagamaan untuk mengajak umat melakukan doa dan ibadah demi keselamatan dan kedamaian Kota Makassar, terutama menghindari segala bentuk kekerasan.
FKUB juga mengingatkan, agar para elit politik dan pengambil kebijakan lebih peka terhadap aspirasi rakyat serta menunjukkan keteladanan, empati, dan kepedulian sosial.
Selain itu, aparat keamanan diharapkan mengedepankan pendekatan persuasif dan masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu dan berita bohong.
“Mari kita saling Sikatutui—memperhatikan satu sama lain, di tengah perbedaan yang ada,” harap perwakilan FKUB.
Momen Doa Bersama terdebut, ditandai pembacaan Deklarasi Damai.(red)
KORLIP : Saiful Ngemba – Mansyur
REDAKTUR : Mustafa
Langsung ke konten














