banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
NASIONAL & MANCANEGARA

Komisi IV DPR RI Apresiasi Kinerja Bulog Makassar

19
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Pimpinan wilayah Sulselbar Fahrurozi dan Pimpinan Cabang Bulog Makassar Hj Karmila Asmin Marunta mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto bersama rombongan, saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kompleks Pergudangan Bulog Panaikang Makassar, Senin 11 Agustus 2025.

banner 468x60

Rombongan Komisi IV DPR RI, dipimpin langsung Titiek Hediati Soeharto untuk meninjau  gudang penyimpanan dan unit pengolahan beras Rice to Rice Bulog dan disambut baik dan ramah oleh Kepala Gudang Bulog Baru (GBB) Panaikang 1 Haji Nurdin T, secara lugas ia memberikan pemaparan seputar pertanyaan dari rombongan komisi IV DPR RI.

Agenda tersebut, memastikan ketersediaan stok beras cadangan pemerintah secara nasional.

Bahkan, memeriksa proses pengemasan, dan mengevaluasi kualitas beras yang disimpan dalam jangka panjang.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, stok beras di Bulog Makassar dalam kondisi penuh, bahkan sampai memerlukan sewa gudang tambahan untuk penampungan.

“Kita masuk ke gudang-gudang Bulog, melihat langsung proses pengolahan beras untuk packaging. Kualitas beras yang sudah lama disimpan diperbaiki melalui proses pembersihan, sehingga tetap layak untuk dikonsumsi,” ungkapnya.

Menurut Kharis, unit pengolahan beras di Makassar memiliki kualitas kerja yang baik, meski kapasitasnya masih terbatas.

 Dan, kapasitas pengemasan saat ini hanya sekitar 30 ton per hari.

“Jika ada program penyaluran beras SPHP dalam jumlah besar, prosesnya bisa memakan waktu lebih lama,” katanya.

Kharis menjelaskan, bahwa proses pengolahan beras di unit tersebut meliputi pembersihan debu dan pemisahan butir beras yang patah atau rusak akibat penyimpanan jangka panjang.

“Beras yang kualitasnya kurang baik dikeluarkan terlebih dahulu, lalu dilakukan penyegaran. Setelah diproses, tingkat kerusakan bisa ditekan hingga hanya 15 persen,” paparnya.

Selain memeriksa stok dan proses pengolahan, rombongan juga mendapatkan informasi bahwa sebagian beras yang dikelola Bulog Makassar masih berasal dari impor, termasuk stok impor tahun 2024.

Sementara itu Pimpinan Wilayah Bulog SulselBar Fahrurozi sangat simpati melihat perhatian Komisi IV DPR.

“Kami menyambut baik upaya ini, karena ketersediaan pangan adalah hal yang sangat vital. Artinya, kita akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat untuk memastikan kebutuhan beras warga selalu terpenuhi,” janjinya.

Sementara, Ketua Komisi IV DPR RI memberi respons dan menyikapi soal melonjaknya harga beras, khususnya di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.

Titiek Soeharto, meminta agar Bulog dan Badan Pangan mengintervensi pasar agar tidak ada kenaikan harga beras di pasar, termasuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melepas sebanyak-banyaknya ke pasar.

“Jadi ini memang tugasnya Bulog dan Badan Pangan untuk intervensi pasar. Kalau harganya naik, mereka harus lepas SPHP itu supaya normal kembali,” pinta Titiek Soearto.

Diingatkan, kenaikan harga beras dampaknya adalah masyarakat.

“Mudah-mudahan secepatnya bisa normal kembali. Ini pers juga harus menyuarakan, di sini harganya lebih mahal, di sini, di sini,” ungkapnya.

Titiek Soeharto pun memberi warning  Bulog, jangan sampai harganya melambung-lambung gitu ya.

“Kita dipermainkan pasar dengan harga ini, kasihan rakyat yang kena, gitu lho,” tukasnya mengingatkan.(red)

REDAKTUR : Mustafa

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250