MEDIAAKTUAL.COM – GOWA :
Meminimalisir angka masyarakat yang tergolong miskin ekstrem, Pemkab Gowa dalam hal ini melalui kebijakan Bupati Sitti Husniah Talenrang, memprogramkan ‘Orang Tua Asuh’.
Tidak tanggung-tanggung, guna menyukseskan program tersebut, diminta seluruh Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kepala Bagian dan Camat untuk menjadi orang tua asuh, dalam rangka menuntaskan problema kemiskinan.
Ekspektasi Husniah, bagainana pemerintah dalam menjadikan Gowa Zero 0 (nol) persen miskin ekstrem.
“Kita harus menurunkan kemiskinan ekstrem di angka 0 persen sehingga perlu dilakukan intervensi,’ tegas Bupati perempuan pertama di Gowa itu.
Nantinya, terang Husniah, para orang tua asuh itu bertugas mengontrol masyarakat sekaligus mencarikan solusi terbaik sehingga bisa memberdayakan dan hidup secara mandiri.
Bupati dan Wabup Darmawangsyah sendiri, sudah menjadi orang tua asuh untuk memberikan atensi dan dukungan penuh dalam bentuk bantuan sosial maupun program pemberdayaan.
“Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kita bersama dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem di Gowa. Mari kita berkolaborasi dalam mewujudkan Gowa yang maju dan berkelanjuntan,” pintanya.
Ket.Gambar : Wabup Darmawangsyah menyambangi rumah warga miskin ekstrem yang perlu diberdayakan.(rep)
—————————————–
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Gowa, Sujjadan mengatakan, saat ini jumlah miskin ekstrem di Gowa tersisa 1.108 jiwa. Angka ini setara 0,14 persen dari jumlah penduduk di Kabupaten Gowa per tahun 2023.
“Tentu dengan di tunjuknya para pimpinan SKPD sebagai orang tua asuh ini akan memberikan dampak positif. Yang di harapkan 0 persen miskin ekstrem di Gowa dapat terwujud. Terlebih miskin ekstrem ini telah mengalami penurunan dari tahun ke tahun,” ungkapnya.
Sudjjadan menyebut, beberapa kriteria miskin ekstrem yakni enam bulan terakhir tidak terdapat paling sedikit satu anggota keluarga yang memiliki sumber penghasilan, tidak memenuhi kebutuhan pokok perbulan, tidak mempunyai fasilitas rumah yang layak huni.
“Tidak semua anggota keluarga makan makanan beragam (makanan pokok, sayur, buah, dan lauk paling sedikit dua kali sehari), Keluarga tidak memiliki tabungan/simpanan (uang kontan, perhiasan, hewan ternak, hasil kebun, dan lain-lain) dan lainnya,” bebernya.(red)
KORLIP : Amir Gassing
REDAKTUR : Tajuddin Ngawing
Langsung ke konten














