MEDIAAKTUAL.COM – JAKARTA :
Video viral berupa aksi adu mulut, biasanya terjadi sesama masyarakat awam yang minim pendidikan.
Tapi, kali ini memicu kehebohan publik gegara cekcok yang kurang etis dan elegan serta tersebar luas dijagat maya itu justeru dipertontonkan pejabat negara.
Perseteruan tersebut, melibatkan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dengan Slamet, anggota DPR RI dari Fraksi PKS.
Pemicu debat yang dinilai tak mengedukasi masyarakat itu, lantaran kedua pejabat sama-sama kukuh dengan argumentasi yang dilontarkan, saat Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama jajaran Kementan, berlangsung di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta 11 Maret 2025. Mengenakan baju kemeja lengan panjang putih dibalut jaket hitam, muka geram Mentan Amran tak mampu disembunyikannya.
Dari sekian penanya, Slamat Politisi PKS itu paling getol menyerang dengan berbagai pertanyaan kritis terkait kebijakan yang ada di Kementan.
Ocehan dan kritikan pedas Slamet pun, terutama menyebut kata ‘abal-abal’ akhirnya jadi blunder perdebatan di forum terhormat itu.
Merasa sudah bekerja maksimal disertai data valid, spontan Amran Sulaiman menyela dan mengecam balik Slamet, dengan argumen logic, bernada halus tapi menusuk.
“Pak jangan begitu pak, ini Bulan Puasa, berarti saya bohong kalau begitu, bapak jangan selalu menganggap bapak selalu benar, kita ini puasa, abal-abal itu, bapak menganggap kita bohong, jangan begitu Pak Slamet, ngga boleh begitu, seakan ini saya terdakwa, ngga boleh begitu pak,” timpal Mentan dengan aksi menantang.
Saking kesalnya, Amran ngotot ingin menunjukkan data yang jelas dan rill.
Mentan masih ngomong, Legislator PKS asal Jawa Barat itu kembali memotong.
“Kita sama-sama punya hak ngomong pak,” ucapnya.
Seakan tak memberikan ruang untuk Slamet, Menteri berdarah Bugis Bone Sulsel itu kembali ngotot.
“Ini buktinya pak, coba bukakan data itu, jangan bapak bilang bohong,” sela Amran.
Suasana Raker pun kian memanas. “Yang bilang bohong siapa pak,” jawab Slamet menimpali.
Mentan merespon balik. “Ndak, bapak bilang tadi itu abal-abal, ngerti nggak abal-abal,” sergah Amran.
Mendengar itu, nada Slamet sekejap datar meredam.
“Pak rapat ini ada aturannya, kami tadi sudah diijinkan oleh pimpinan, yang punya wewenang pimpinan,” katanya.
Serunya perdebatan keduanya, langsung terhenti saat Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediyati Hariyadi memberikan kesempatan kepada Mentan Amran untuk melanjutkan pendalaman program Kementan RI.(bs/red)
KONTRIBUTOR : Andi Aspari
EDITOR : Redaksi
Langsung ke konten














