banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
NASIONAL & MANCANEGARA

Proyek Triliunan ‘Food Estate’ Gagal.!

41

Mentan Amran : Tidak Bisa Parsial Harus Holistik

banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM – JAKARTA :

Proyek fantastis ‘Food State’ atau Lumbung Pangan di era pemerintahan Jokowi, dengan gelontoran uang rakyat ratusan triliunan, menuai sorotan publik karena hasilnya blunder-mengerutkan dahi.

banner 468x60

Kegagalan tersebut, diamini sendiri Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Dikatakan, alasan utama kegagalan program lumbung pangan itu gegara pola dan sistem pendekatan yang selama ini diterapkan tidak holistik. “Inilah menyebabkan proyek-proyek besar seperti program cetak sawah 1 juta hektare dan pengembangan lahan pertanian di Merauke tidak berjalan sesuai harapan,” ungkapnya.

Mentan Amran menjelaskan, salah satu kesalahan utama dalam implementasi food estate adalah sistem pengelolaannya yang parsial dan kurang melibatkan teknologi secara berkelanjutan.

Menteri asal Bone Sulsel itupun sangat prihatin karena lahan pertanian skala besar diberikan kepada kelompok-kelompok tertentu, tetapi setelah itu ditinggalkan tanpa dukungan teknologi yang memadai.

“Kenapa gagal food estate? Kenapa gagal sejuta hektar? Kenapa gagal semua? Karena pendekatannya parsial, enggak holistik,” ujar Amran, pada acara teken MOU bersama Kadin Indonesia di Kantor Kementan RI Jakarta, Senin 10 Maret 2025.

Mentan menyebut,  ada keluarga yang mendapatkan lahan hingga 1.000 hektare, bahkan di Merauke ada yang mencapai 10 ribu hektare.

Namun, setelah lahan tersebut dibuka, pengelolaannya tidak dilakukan secara modern dan berkelanjutan.

Akibatnya, proyek-proyek tersebut tidak bisa berjalan sesuai target yang diharapkan, bahkan hingga puluhan tahun.

“Kita datang, kemudian ditinggal tanpa teknologi, ya 50 tahun enggak selesai,” tambahnya.

Amran pun memberi solusi yakni perlunya melakukan transformasi dari sistem pertanian tradisional ke pertanian modern dan melibatkan generasi muda untuk mengelola pertanian secara lebih efisien.

“Makanya gagasan kami transformasi tradisional ke modern. Ini optimasi, ada lahan milenial dan teknologi. Teknologi masuk, Kadin bisa organize katakan 5.000-10 ribu hektare, kita ingin sejajar dengan Amerika, China, Jepang,” paparnya.

 Amran juga menyebut, perlu dukungan peralatan pertanian canggih untuk meningkatkan produktivitas.

“Alat ini beli Rp10 triliun, bagikan ke generasi muda, gratis. Sekarang gratis, mungkin nanti 50 persen atau 70 persen bayar, karena dilatih entrepreneurship,” ujarnya.

Untuk diketahui, proyek lumbung pangan yang gagal ini, telah dilaksanakan di sejumlah provinsi, seperti Sumatra Utara, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur dan Papua Selatan.

Kala itu, Kementan yang dinakhodai

Syahrul Yasin Limpo, ditugaskan sebagai leading sector proyek tersebut.

Sedangkan, Kementerian Pertahanan yang dijabat Prabowo Subianto, menjadi back up dan fokus mengurus lahan singkong.(bs/red)

KONTRIBUTOR : Arbie Mandari

REDAKTUR : Mustafa

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250