MEDIAAKTUAL.COM – MAKASSAR : Senin 10 Maret 2025 – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Komite Aktivis Mahasiswa kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) untuk menyampaikan laporan terkait dugaan kasus korupsi dalam pembangunan Rumah Sakit Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Senin 10 Maret 2025.
Kedatangannya, untuk menindaklanjuti laporan sebelumnya dan mendesak Kejati Sulsel agar lebih serius dalam menangani dugaan korupsi yang ditaksir merugikan keuangan negara sebesar Rp3,7 miliar.
Dalam pertemuan dengan perwakilan massa aksi, Soetami, yang mewakili pihak Kejati Sulsel, menegaskan bahwa laporan tersebut telah diterima dan akan segera ditindaklanjuti.
“Kami akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi rumah sakit untuk melihat kondisi sebenarnya,” ujarnya.
Tuntutan Komite Aktivis Mahasiswa
Mahasiswa yang turun ke jalan menyampaikan enam tuntutan utama kepada Kejati Sulsel, yaitu:
1. Mengusut tuntas dugaan korupsi pembangunan RS Towuti yang merugikan negara dan masyarakat sebesar Rp3,7 miliar.
2. Menghukum pihak yang terbukti bersalah sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
3. Mendesak Kejati Sulsel membentuk tim investigasi untuk meninjau langsung kondisi rumah sakit yang diduga bermasalah.
4. Memanggil CV Bintang Mahalona Perkasa untuk diperiksa lebih lanjut terkait proyek pembangunan.
5. Memeriksa konsultan perencana dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek tersebut.
6. Memanggil seluruh pihak yang diduga terlibat dalam proses tender, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.
Selain itu, Komite Aktivis Mahasiswa mengingatkan, bahwa jika Kejati Sulsel tidak menangani kasus ini secara serius, mereka akan mengerahkan massa yang lebih besar untuk aksi unjuk rasa lanjutan.
“Kami berharap penanganan kasus ini dilakukan secara maksimal. Jika ada indikasi bahwa pihak Kejati Sulsel bermain-main atau tidak serius, kami akan turun aksi lagi dalam skala yang lebih besar,” tegas salah satu orator dalam aksi tersebut.
Hingga saat ini, Kejati Sulsel belum memberikan pernyataan lebih lanjut terkait langkah konkret yang akan diambil dalam menangani kasus ini. Massa aksi pun berjanji akan terus mengawal perkembangan kasus hingga ada kepastian hukum.(red)
REDAKTUR : Rukli R OmCos
Langsung ke konten














