MEDIAAKTUAL.COM – MAROS :
Pasca pelantikannya pada periode kedua memimpin roda pemerintahan Kabupaten Maros, Bupati Chaidir Syam bersama Wakilnya, Muetazim Mansyur, langsung action di lapangan.
Salah satu yang jadi prioritas yakni menggenjot pembangunan sektor infrastruktur.
Chaidir menyebut, pada semester awal 2025 ini sejumlah proyek besar mulai dikerjakan.
Hal tersebut, disanpaikan bupati saat meninjau progres pembanguna Jembatan Pattiro di Desa Bonto Manai dan rencana perintisan jalan di Desa Bonto Matinggi Kecamatan Tompobulu.
Pemantauan Chaidir Syam didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Alfian Amri, untuk memastikan efektifitas pengerjaan.
Dikatakan, proyek pembangunan jembatan di Pattiro itu merupakan pengerjaan lanjutan dari 2024. Artinya, terang bupati, tahun ini dianggarkan Rp 2 miliar untuk tahapan berikutnya.
“Jembatan ini tentu sangat penting bagi warga karena menghubungkan beberapa desa. Sebelumnya, jembatan ini hanya jembatan gantung biasa yang tidak bisa dilalui mobil,” jelas Chaidir.
Alumnus Fisipol Unhas itu berharap, dengan hadirnya jembatan itu maka warga masyarakat akan lebih mudah mengakses pelayanan pemerintah, seperti kesehatan dan dokumen kependudukan di wilayah pusat kecamatan.
Termasuk, untuk tenaga medis, bisa lebih mudah melayani warganya secara langsung menggunakan ambulans.
“Jadi jembatan ini sangat mendukung aksestabilitas warga untuk mengakses layanan pemerintah. Petugas-petugas kita di lapangan seperti tenaga medis ataupun tenaga pendamping lainnya juga bisa lebih mudah mendatangi warganya secara langsung,” harapnya.
Chaidir pun menyebut, selain pembangunan jembatan di Pattiro juga sejumlah proyek infrastruktur juga akan digenjot di Tompobulu.
Seperti pengerasan jalan dari perintisan jalan, peningkatan jalan beton, jembatan hingga pembangunan embung di Desa Masale.
“Insyaallah tahun ini kita sudah anggarkan beberapa proyek infrastruktur lainnya di Tompobulu ini dengan total anggaran sekitar Rp7 miliar, mulai dari jalan hingga ada pembangunan embung juga di Masale,” katanya.
Terkait infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir lalu, Chaidir mengaku sudah melakukan inventarisasi untuk menentukan skala preoritas yang bisa segera dikerjakan secapatnya.
“Yah jadi kita buat skala prioritas dulu karena sumber anggaran kita yang sangat terbatas. Tapi perlahan semua yang rusak karena banjir kemarin itu akan kita benahi satu-satu,” janjinya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Pertanahan (PUTRPP), Alfian Amri mengatakan, untuk pembangunan jalan poros Tomlobalang, Desa Bonto Matinggi, tahun ini masih dalam tahap perencanaan.
“Butuh anggaran sekitar Rp15 sampai 20 miliar. Karena masih butuh perintisan jalan dulu. Pengerasan jalan hanya sebagian yang dapat dibeton sepanjang 4 kilometer,” pungkasnya.
Hadir pada peninjauan terdebut yakni Anggota DPRD Kabupaten Maros Alwil dan Mustahir. (r/red)
KABIRO : Mansyur
REDAKTUR : Muh Yusuf
Langsung ke konten














