MEDIAAKTUAL.COM – JAKARTA :
Niat baik pemerintahan Prabowo-Gibran, untuk mewujudkan generasi sehat dan smart, melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), patut diapresiasi.
Sayang, dibalik implementasi MBG tersebut, tampaknya memantik beragan persepsi dan opini publik.
Salah satu yang getol mengeritisi program ini yakni Prof Ryaas Rasyid.
Ditegaskan, program makan siang gratis merupakan ‘penghianaan’ kepada bangsa kita, yang memang sudah ‘terhina’.
“Kemudian dikukuhkan kehinaanya melalui program MBG ini,” sorotnya dengan mimik prihatin.
Artinya, terang Pakar Pemerintahan itu, bahwa ini suatu isu yang menurutnya sangat sensitif.
Prof Ryaas, putra tulen Gowa Sulsel itu memaparkan secara gamblang bahwa alangkah miskinnya bangsa ini, mereka tidak mampu makan bergizi sehingga negara harus turun tangan.
“Ini menunjukkan negara gagal memberi suatu kondisi yang memungkinkan mereka bekerja untuk bisa makan, itu yang pertama,” ungkap Menteri Otonomi Daerah era Presiden RI Abdurrahman Wahid alis Gusdur itu.
Kedua, jelasnya lagi, dengan program MBG, itu bebannya pada APBN.
“Nah..semakin sempit ruang untuk bermanuver dengan anggaran yang ada itu. Kalau terjadi lagi Covid untuk kedua kalinya maka anda langsung bangkrut,” tukas Prof Ryaas Rasyid mengingatkan.(xc/red)
Langsung ke konten














