banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
BERITA

Program IAKAN ‘Kuliah Gratis ‘Sangat Luar Biasa

22
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Adanya skeptis sebagian masyarakat Bantaeng bahwa program Kuliah Gratis yang ditawarkam Paslon Ilham Azikin – Kanita Kahfi (IAKAN), rupanya mendapat tanggapan positif dari Dr.Arifin Manggau, M.Pd, salah seorang pakar pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM).

banner 468x60

Menurutnya, program kuliah gratis itu tidak sekedar membantu meringankan beban biaya orang tua.

Tetapi, juga menjadi wahana menciptakan SDM yang berkualitas.

“Kita tahu bersama, tidak semua orang bisa berkuliah. Kalau pemerintah hadir memberikan ruang untuk warganya agar bisa kuliah secara gratis, itu program yang sangat luar biasa dan patut untuk kita support (dukung) penuh agar bisa terealisasi,” harapnya.

 DR Arifin mengakui, dia telah melakukan kajian terhadap sejumlah program unggulan para calon kepala daerah di Sulsel pada Pilkada serentak 2024.

 Dari berbagai program kandidat di Sulsel itu, Arifin justeru tertarik dan sangat rasional dengan program kuliah gratis yang dijanjikan Paslon Nomor Urut 2.

“Hemat saya, ini sangat langka ada kandidat atau pasangan calon kepala daerah yang memberikan perhatian lebih kepada dunia pendidikan, karena pendidikan yang mampu mengubah SDM sebuah daerah kabupaten atau kota. Ini ide cemerlang Pak Ilham Azikin,” pujinya.

Dr.Arifin menilai, pada Pilkada 2024 ini, Kabupaten Bantaeng menjadi salah satu barometer terkait sektor pendidikan karena dijadikan prioritas yang ditawarkan kepada Masyarakat.

“DR Ilham Azikin dan Nurkanita Maruddani Kahfi di Bantaeng menjadi satu-satunya yang berani menawarkan program kuliah gratis,” tegasnya.

Arifin Manggau pun memahami, program kuliah gratis sebenarnya juga dilaksanakan oleh pemerintah di tingkat nasional.

Namun, daya jangkau program nasional ini tidak akan luas jika pemerintah daerah tidak melakukan hal yang sama.

“Saya yakin, program ini akan mendorong perluasan program nasional. Ini bentuk sinkronisasi program antara program nasional dan program daerah,” tandasnya.

Intinya, imbuh Arifin, sebenarnya tergantung dengan kebijakan daerah. Kalau kepala daerahnya ingin fokus memberikan kuliah gratis, tentu hal itu bisa terealisasi.

Selsin itu, calon kepala daerah yang inovatif tentu bisa mencari solusi untuk mengaplikasikan kuliah gratis. Kepala daerah yang memiliki jejaring yang luas tentu sangat bisa melakukan hal itu.

“Makanya, saya salut dan mengapresiasi setinggi-tingginya, jika ada kepala daerah yang memiliki program menggratiskan masyarakatnya hingga di bangku kuliah. Sebab ini, menandakan majunya sebuah daerah dilihat dari kesejahteraan dan pendidikannya memadai,” tutur Pakar Pendidikan UNM itu.(r/red)

KORLIP : Agussalim Meks

REDAKTUR : Tajuddin Ngawing

banner 970x250 banner 970x250