MEDIAAKTUAL.COM – MAKASSAR :
Gelaran Debat Publik Pilkada 2024, sejatinya menjadi adu strategi dan gagasan melalui program visi-misi para Pasangan Calon.
Namun, jika ada diantara kandindat tidak siap dan menguasai materi debat maka disitulah akan blunder mempertontonkan dirinya tidak berkualitas alias tong kosong nyaring bunyinya.
Fenomena seperti itu, terlihat jelas pada acara Debat Terbuka Kedua Cabup dan Cawabup Bantaeng yang digelar KPU Bantaeng, Sabtu 16 Nopember 2024.
Debat yang dihelat di Claro Hotel Makassar itu, diikuti Paslon Ilham Azikin-Nurkanita Kahfi dan Paslon Fathul Fayzy Nurdin-Sahabuddin.
Didapuk memberikan pemaparan oleh moderator, Cabup UJI mempersoalkan soal hasil pertanian Bantaeng yang terus menurun.
Penyebabnya, kata dia, lantaran kurangnya subsidi pupuk tersalur kepetani.
“Persoalan pupuk (membuat) hasil pertanian kita turun. Di tahun 2018, produksi pertanian kita mencapai 100 ribu ton padi. Tahun 2023 menurun hanya menjadi 65 ribu ton. Inilah yang menjadi bukti bahwa sektor pertanian kita bukan soal digitalisasi, tapi kita penuhi kebutuhan dasarnya dulu,” sorot Fauzi Nurdin.
Merespon dengan bahasa santun dan intelektual, Cabup Ilham Azikin menimpali secara tajam agar UJI tidak membawa persoalan dari laut ke darat.
“Pupuk memang menjadi kebutuhan dasar. Tetapi, jangan persoalan laut itu dibawa ke darat. Pupuk ini persoalan nasional. Dua minggu lalu Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman) telah menetapkan kebijakan bahwa persoalan pupuk ada dalam persoalan distribusi. Pupuk adalah kebijakan nasional mulai dari hulu ke hilir itu diatur,” jelasnya meyakinkan.
Ilham Azikin pun menyebut, bahwa distribusi pupuk dari 2018-2023 alokasi distribusi pupuk terus meningkat.
“Alokasi distribusi pupuk sampai 2023 ada peningkatan setiap tahun. Cuma memang yang mau diatur akses petani untuk mendapatkan haknya dan itu diatur dalam regulasi secara nasional. Jadi saran saya kalau ada persoalan di laut jangan di bawa ke darat,” sindirnya.
Ket.Gambar : Sebelum ke lokasi debat, Cabup Bantaeng Dr.Ilham Azikin, menemui dan meminta Doa kepada kedua orangtuanya.(ist)
———————————————-
Lebih menarik lagi, pada sesi lain, Paslon UJISAH mengatakan, Bantaeng di era Ilham Azikin sangat susah membuat pihak swasta menjalin kerjasama dengan Pemkab Bantaeng.
“Kemampuan untuk melobi pihak swasta. Kita tidak mampu melobi dari pusat dan dari luar untuk masuk (melakukan kerjasama). Kita nanti uji, siapa yang pemimpin yang mempunyai kemampuan lobi,” ungkap Sahabuddin.
Menanggapi soal kurangnya kerjasama swasta, Cabup Ilham Azikin justeru menilai terbali dan gagal paham.
Justeru, katanya, selama dirinya menjabat, pihak swasta banyak yang ingin melakukan kerjasama.
“Komitmen pemerintahan yang terbuka dan memberika ruang untuk percepatan investasi telah kami lakukan dengan membuka Mall Pelayanan Publik. Kalau dikatakan investasi sulit masuk karena birokrasi. Data dari mana, apa ini fenomena lagi. Jangan ngadi-ngadi semua harus berbasis data,” tegasnya menyentil balik.
Ilham Azikin menjelaskan, Mall Pelayanan Publik merupakan komitmennya bersama Sahabuddin untuk menghadirkan pelayanan yang tercepat.
“Komitmen kami sejak awal 2018 menghadirkan Mall Pelayanan Publik, investasi berjalan dengan baik. Smelter di awal 2018 hanya berdiri satu, Ilham Azikin di 2018 sampai 2023 bisa menghadirkan empat smelter. Apakah ini bukan upaya dari lobi, apakah ini bukan upaya kemampuan kita mencari jejaring dan menggalang kemitraan swasta,” sindir Cabup Nomor Urut 2 (IAKAN) tu.(red)
KORLIP : Saiful Ngemba – AM.Dirfan
EDITOR : Mustafa – Tajuddin Ngawing
Langsung ke konten














