MEDIAAKTUAL.COM – BANTAENG :
Penerapan Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) di Kabupaten Bantaeng adalah sebagai langkah dalam meningkatkan aksebilitas, kualitas dan kesejahteraan dalam pelayanan kesehatan, resmi dilaunching oleh Pj.Bupati Bantaeng Dr. andi Abubakar, S.IP., M.Si, dihelat di Balai Kartini, Rabu 13 November 2024.
Kepala Dinas Kesehatan Bantaeng dr.Abdi Ihsanmengatakan, ILP diselenggarakan dalam rangka mendekatkan akses dan pelayanan kesehatan yang menitip beratkan kepada penguatan promotif, preventif melalui pendekatan pada setiap fase kehidupan.
Dan, disebutjan, hari ini 13 puskesmas sudah siap melaksanaklan ILP beserta seluruh jaringannya
Sementara itu, Sekdis Kesehatan Procinsi Sulsel Dr. H. Muhammadong, SKM, M.Kes mengatakan, bahwa apa yang dilakukan oleh Pemkab Bantaeng adalah sebuah terobosan yang memang harus dilaksanakan terkait penerpan ILP karena akan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan di tingkat pertama yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di kabupaten Bantaeng.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Tata Kelola Kesehatan masyarakat dr. Rima Handayani mengatakan, ba dilaunchingnya ILP di 13 puskesmas adalah sebuah langkah dalam mewujudkan cita cita bangsa menuju Indonesia Maju tahun 2045.
“ILP ini adalah sebuah rangkaian dari Transformasi Kesehatan yang telah dicanangkan Menkes Budi Gunadi Sadikin sebagai tonggak sejarah penting dalam perjananan bangsa Indonesia menuju bangsa yang maju.
Sementara itu, Pj. Bupati Bantaeng mengapresiasi acara launching penerapan ILP karena akan lebih memudahkan masyarakat kita dalam mengakses pelayanan kesehatan dari seluruh fase kehidupan.
“Kita akan mendekatkan layanan kepada masyarakat sampai ketingkat desa dan posyandu sehingga pemantauan kesehatan masyarakat lebih terpantau dengan baik,” ungkaonya.
Ditambahkan, bahwa dukungan dari pemerintah kecamatan sampai ketingkat desa akan lebih memudahkan masyarakat terpantau kesehatannya karena penerapan ILP ini adalah bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama di luar tenaga kesehatan dalam hal ini pemerintah desa dan masyarakat itu sendiri
Juga, telah ditanda tangani MOU antara Kepala dinas kesehatan Kab. Bantaeng dengan Kepala dinas PEMDES-PPP-PA Kab. Bantaeng tentang dukungan desa dalam penerapa Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer di Bantaeng.
Acara launching yang dirangkaikan dengan ramah tamah hari kesehatan Nasional ke 60 ini juga memberikan apresiasi kepada kepala desa yang menggunakan anggaran Dana Desanya di Bidang Kesehatan terbesar sekabupaten Bantaeng yaitu Kepala Desa Pattaneteang, Kepala Desa Bontojai dan Kepala Desa Mappilawing, diberikan juga penghargaan kepada kader terbaik kabupaten Bantaeng yaitu Kader Posyandu Melati Desa Bontojai an. Adriani dan kader Posyandu Dian Harlina dari Posyandu Segar kel. Mallilingi Kec. Bantaeng.
Penghargaan, juga diberikan kepada Inovator RAJA SMILE dr. Hikmawati, K., M.Kes atas keberhasilannya top Inovasi Pelayanan Publik kelompok berkelanjutan tahun 2024, Kepala Puskesmas Pabbentengan sebabagi Inovator JEDAR SASKIA dan Kepala Puskesmas Campagaloe Ibu Bau Caya, S.Kep., NERS
Pada Launching ini, diberikan kendaraan operasional roda empat sebagai ambulance transport kepada Puskesmas sinoa dan puskesmas Ulugalung.
Hadir dalam acara itu adalah Direktur Tata Kelola Kesmas Kementrian yang di wakili oleh Tim Kerja Takelmas, dr. Rima Handayani, M.Kes hadir melalui Zoom, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi sul sel di wakili oleh Sekdis dinkes Dr. H.Muhammadong, SKM., M.Kes, Unsur Forkopimda, Ketua Tim PenggerakPKK Kab. Bantaeng , Kepala OPD lingkup Kabupaten Bantaeng, Perwakilan dari Program MENTARI PHC- AUSAID sebagai pendamping dari Program ILP di Kab. Bantaeng dan para Kepala UPT Puskesma.(r/red)
KABIRO : Suarni M
EDITOR : Tajuddin Ngawing
Langsung ke konten














