banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
POLITIK

Cabup Ilham Azikin Masih Terlalu Tangguh Bagi Pesaingnya

270

Lugas Merespons, Peka Menganalisa di Forum Debat Pilkada Bantaeng

banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Atmosfer Pilkada Bantaeng semakin menyengit, terutama usai dihelatnya Debat Publik Pertama yang diselenggarakan KPU Bantaeng di Hotel Novotel, Sabtu 26 Oktober 2024.

banner 468x60

Di forum debat tersebut, sempat terjadi riak-riak kecil antar Tim Pendukung dua Pasangan Calon.

Namun, kesigapan aparat keamanan membuat ketegangan itu cepat teratasi.

Meningginya eskalasi politik di Bantaeng tersebut, tidak lepas dari pengaruh kekuatan dahsyat dua tokoh dan keluarga besar H.Azikin Solthan dan Nurdin Abdullah.

Dan sejarah akan mencatat, di momen Pilkada 2024 inilah barulah mempertemukan dua kekuatan besar untuk berkompetisi secara sehat, siapa yang bakal untung dan buntung.

Pertarungannya sudah jelas, terjadi  ‘head to head’ antara Paslon Nomor Urut 1, Fathul Fauzi-Sahabuddin (UJISAH) menghadapi Paslon Nomor Urut 2, Ilham Azikin-Nurkanita Kahfi (IAKAN).

 Cabup Petahana Ilham Azikin adalah putra sulung dari Azikin Solthan (AS), Bupati Bantaeng dua periode 1998-2008 serta Fathul Fauzi merupakan putra Nurdin Abdullah (NA), mantan Bupati Bantaeng periode 2008-2018.

Pada Pilbup Bantaeng 2024 ini, Uji menggandeng Sahabuddin.

Sementara, Ilham Azikin berpasangan Kanita Kahfi.

Melihat fenomena ‘seksinya’ Pilkada Bantaeng 2024 ini, bukan semata karena ‘bara’ pertarungan Ilhan versus Uji.

Tetapi, eskalasi mulai meninggi lantaran tarung politik ini secara indirect tak bisa dilepaskan dari bayang-bayang kedua orang tua masing-masing.

Artinya, meski NA pernah mengenakan rompi oranye KPK (Koruptor) yang berujung meringkuk di balik terali besi Lapas Sukamiskin, namun loyalis dan simpatisannya disebagian masyarakat Bantaeng tak pernah pudar mengidolakannya.

Begitupun, bagi pendukung dan simpatisan Azikin Solthan justeru tak kalah hebatnya, mengingat sosoknya dikenal familiar dan merakyat tanpa membeda-bedakan tingkat kehidupan strata sosial masyarakat.

Pertanyaan pun menyeruak, apa kelebihan dan menjadi pembeda dari Cabup ILHAM dan Cabup UJI ?

Menurut Dr Hasrullah, Pengamat Ilmu Komunikasi Unhas, bahwa memilih calon pemimpin mesti berdasarkan track record yang dimiliki.

“Masyarakat harus melihat keberhasilan yang diraih. Bukan memilih pemimpin yang masih harus dipandu. Saya pikir masyarakat di Bantaeng adalah pemilih cerdas,” katanya.

Amatan lain, juga diungkapkan beberapa pengamat politik dan penggiat sosial, yang mengklaim diri berdarah Bantaeng.

Dikatakan, sejauh ini Cabup UJI sama sekali belum punya prestasi, baik di level Bantaeng maupun di Sulsel.

Sedikit mulai dikenal publik, saat menjabat Bendahara Umum KNPI Prov Sulsel tahun 2019-2022.

Di panggung politik, pun masih dalam tahap pencarian identitas. Buktinya, saat mencoba peruntungan menjadi Caleg Provinsi Sulsel lewat PSI tahun 2019, impiannya tersaruk alias gagal.

Nah, untuk Cabup ILHAM, track record-nya pastilah beda.

Dengan latar belakang seorang birokrat tulen, Purna Praja dan bergelar Doktor Pemerintahan, seabrek prestasi ditorehkannya, terutama saat menakhodai roda pemerintahan Bantaeng periode 2018 – 2023.

Salah satu, ILHAM berhasil menggenjot pertumbuhan ekonomi Bantaeng sejak awal menjabat tahun 2018 di angka 8,08% menjadi 15,45% pada tahun 2023 di akhir masa jabatan.

Mantan Ketua KNPI dan AMPI Sulsel itupun, didapuk menerima Anugerah Tanda Kehormatan dari Presiden Jokowi berupa Satyalancana Wira Karya tahun 2023.

Lebih spektakuler lagi, program visi misi pembangunan yang menjadi ‘jualan’ politiknya pada lima tahun lalu, toh berhasil direalisasikan dan telah dirasakan dan dinikmati hasilnya seluruh masyarakat Bantaeng, secara adil, merata dan berkelanjutan.

Program tersebut yaitu bantuan perlengkapan pakaian seragam gratis, pemberian Asuransi Peternak dan bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM berbasis Dusun dan RT-RW.

Kini, masyarakat Bantaeng tinggal menentukan siapa ‘jagoan’ Cabup yang akan dipilih selektif dan cerdas.

Apakah kandidat yang sudah berkarya atau orang yang baru mau ‘dipandu-dituntun’ mengurus pemerintahan ?

Jawabnya, tentu masyarakat Bantaeng sendiri yang sudah cerdas untuk “mengeksekusinya’.(red)

KORLIP : Saiful Ngemba

EDITOR : Tajuddin – Mustafa

 

banner 970x250 banner 970x250